ADA SOLUSI UNTUK HARGA KARET NAIK SECARA OPTIMAL

oleh -2 views

Kuala Kurun, Dayak News. Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat Apriandi, S.Hut., M.AP (kemeja putih) didampingi Koordinator Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Kahayan Hulu Unit XV-XVI Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH), dan pihak swasta di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan penguatan kelompok tani karet dan penyusunan skema pemasaran bahan olahan karet (bokar).

“Melalui penguatan skema pemasaran bokar yang disusun tersebut, akan ada solusi untuk kembali menaikan harga karet secara optimal,” ucap Kepala KPHP Kahayan Hulu Unit XV dan XVI Ir. Nasar melalui Kasi Perlindungan, KSDA dan Pemberdayaan Masyarakat Apriandi, S. Hut, MAP. Rabu (13/3/19) pagi.

Dia menuturkan, penguatan pemasaran harga karet tersebut, dilakukan di desa Karason Raya, Tanjung Untung, Tusang Raya, dan Mengkawuk. Dengan melibatkan pihak Dinas Kehutanan dan Pertanahan, Dinas Perindustrian dan Perdangangan, gabungan pengusaha karet Indonesia (Gapkindo), pihak swasta, dan pemerintah desa setempat.

“Memang ada banyak tantangan yang harus dihadapi, namun itu bisa dilalui dengan membangun dan memantapkan kemitraan yang berkompeten, dalam pengembangan budidaya karet,”ujarnya.

Dia mengatakan, apabila harga karet terus merangkak naik, maka pastinya akan berdampak pada semangkin berkurangnya aktivitas masyarakat dalam melakukan perambahan hutan.

“Apa yang kita laksanakan tentu difasilitasi oleh Usaid Lestari, yang merupakan tindaklanjut dari hasil kick off meeting penguatan usaha karet melalui skema kemitraan kehutanaan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Landscape USAID Lestari perwakilan Kabupaten Gunung Mas Yoeman Tunjung mengakui, kegiatan ini difokuskan untuk membangun dan meningkatkan kapasitas KTH, sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas bokar.

“Disini nanti, akan banyak berdiskusi mengenai peluang kerjasama dengan gapkindo. Kita harapkan bisa menjadi sebuah pembelajaraan bersama untuk meningkatkan kualitas dan harga karet,” pungkasnya. (Dayak News/AI/BBU).

BACA JUGA :  MENINGGAL PENDERITA PENYAKIT LANGKA WARGA GUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *