ANGKUT 9 M3 KAYU OLAHAN, TIDAK SESUAI DENGAN ALAMAT DOKUMEN TPT-KO

oleh -39 views

KUTAI BARAT 12/7/19 ( DAYAK NEWS ). Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang, S.Pd, berharap Kementerian Kehutanan segera meninjau dan turun kelapangan, guna membersihkan indikasi pembalakan liar di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.

Ketua LPK Kaltim, Bambang mengatakan indikasi pembalakan liar di wilayah Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) masih terus dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sementara kewenangan utama mengantisipasi penebangan liar terhadap hutan adalah tanggung jawab Dinas Kehutanan.

Hasil investigasi bersama LPK Kaltim dan DPC Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kubar di wilayah Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kubar, menemukan satu unit truk dengan nomor Polisi DW 8225 AJ yang bermuatan penuh kayu olahan (balok) yang diduga menggunakan dokumen ilegal dalam keadaan mogok di jalan poros Trans Kalimantan di kawasan Kampung Penarung, Kecamatan Bentian Besar, Minggu (7/7/19).

“Yang kami temukan didalam truk tersebut kayu olahan balok, jenis meranti/Ipil sekitar 9,2889 meter kubik (m3).

“ Menurut keterangan sopir truk, Heri mengakui, kayu tersebut adalah milik seseorang bernama Rustam, warga Kota Samarinda. Peredaran kayu olahan berupa balok (belambangan) tanpa dokumen resmi, masih marak dikawasan Kecamatan Bentian Besar, jelas Bambang kepada sejumlah media, Kamis (11/7/19).

Ketua LPK Kaltim, Bambang menyebut kayu olahan yang diangkut oleh truk tersebut, bukan diolah oleh pabrik pengolahan kayu Bandsaw. Tetapi dibelah dan diolah menggunakan Chainsaw.

“Dari olahan chainsaw itulah jelas terlihat kayu olahan tersebut dari hasil penebangan liar. Kalau Bandsaw pasti memiliki izin lengkap dan areal hutan yang jelas luasannya, serta harus membayar royalty Dana Reboisasi/Provisi Sumber Daya Hutan (DR/PSDH) kepada negara,” tegasnya.

Ketua LPK Kaltim, sangat menyayangkan sikap instansi terkait terhadap penyelamatan hutan sangat minim. Menurutnya, investigasi yang dilakukan oleh LPK Kaltim bersama DPC LAI Kubar tersebut, menemukan kejanggalan dari dokumen pengiriman kayu olahan tersebut.

BACA JUGA :  BUPATI KUBAR: TANAMKAN JIWA GOTONG ROYONG

Dokumen kayu olahan yang diangkut oleh saudara Heri tersebut, sangat janggal. Nota angkutan nomor AKS 000761 milik TPT-KO milik CV Angkasa, dengan alamat lokasi muat di Jalan AWL Senopati Barong Tongkok. Dengan volume atau jumlah kayu tersebut totalnya 317 batang balok dengan total 9.2889 m3.

Sementara dari hasil investigasi, Kayu olahan tersebut melintas di jalan poros Trans Kalimantan Kecamatan Bentian Besar, Kubar – Kalteng, bukan dari Barong Tongkok, seperti yang tertera di alamat tempat muat kayu tersebut, ungkapnya.

Saat di wawancara sejumlah media, Sekretaris DPC LAI Kubar, Bachtiar, membenarkan pihaknya telah melakukan investigasi bersama LPK Kaltim, di kawasan Kecamatan Bentian Besar, hingga ke perbatasan Kaltim-Kalteng. Kejanggalan besar ditemukan didalam surat atau nota angkutan kayu olahan tersebut sangat jelas, dengan tujuan angkutan kayu tersebut ke penerimanya, yakni PT Multi Puri Alam Sejahtera beralamat di Jalan Batu Cermin, Sempaja, Kota Samarinda.

“Kayu sebanyak 9,2889 m3 itu ditemukan dikawasan Kecamatan Bentian Besar, Kubar. Sangat jelas berbeda dengan keterangan surat angkutan yang ditunjukkan oleh supir truk, sementara didalam surat angkutan tersebut menyatakan alamat lokasi muat kayu olahan dari TPT-KO milik CV Angkasa, Jalan AWL Senopati, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar. Menurut Bachtiar, pihaknya menduga ada manipulasi (rekayasa) dokumen TPT-KO”. tandasnya. (Dayak News/JHY/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *