AJANGSANA, AGENDA RUTIN KODIM 1012 BUNTOK

oleh -15 views
AJANGSANA, AGENDA RUTIN KODIM 1012 BUNTOK 1

Buntok, 19/10/2020 (Dayak News). Anjangsana sampai ke desa-desa merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh pihak Kodim 1012 Buntok, Kabupaten Barito Sekatan (Barsel).

Komandan Kelompok 1 Unit Intel Kodim 1012 Buntok, Kabupaten Barsel Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan ajangsana ke Desa Tampijak, Kelurahan Bangkuang dan Kecamatan Karau Kuala, Jum’at lalu (16/10/2020).

Anjang sana tersebu, dilakukan oleh Komandan Kelompok 1 Unit Intel Kodim 1012 Buntok, Sersan Mayor (Serma) Jarot Santoso, bersama jajarannya Babinsa Desa Tampijak, Panji Suryatikno dan Koramil 1 Bangkuang Kodim 1012 Buntok.

Serma Jarot Santoso kepada awak media mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya melakukan ajangsana saja, akan tetapi sekaligus meninjau desa binaan untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI melalui Babinsa dengan warga binaannya. Sehingga TNI tau kegiatan apa saja yang sedang berlangsun dan kondisi warga desa binaan seperti apa disana.

“Saya bersama Babinsa juga akan melakukan sosialisasi tentang Kebakaran Hutam dan Lahan (Karhutlah) dan sosialisasi tentang gaya hidup baru atau disebut (New Normal), Kegiatan ini rutin kami lakukan guna menyadarkan masyarakat yang ada di desa, kelurahan dan kecamatan,” ucap Jarot Santoso.

Jarot menjelaskan, Karhulah itu sangat berbahaya, tersebarnya asap dan emisi gas Karbondioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir,” terang Jarot.

Kemdian Jarot menambahkan, penarapan New Normal atau kebiasaan hidup baru mau tidak mau harus dilakukan sebagai langkah beradaptasi dengan kondisi sekarang yakni, pandemi Covid-19. Dengan kondisi new normal ini terdapat dampak positif dan negatif pada masyarakat.

Dampak positifnya bila melihat dinamika perubahan di lapangan secara cepat, akan pembuatan kebijakan yang biasanya lama menjadi cepat karena menggunakan online meeting sehingga anggaran perjalanan dinas lebih hemat.

Bahkan, sambungnya, masyarakat harus membiasakan diri berperilaku hidup bersih. Harus dimulai dari diri sendiri dan berupaya menularkannya pada orang lain.

“Harus rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, makan-makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup. Mempersiapkan segala bentuk protokol kesehatan menuju new normal ini dengan menerapkan waktu kerja yang fleksibel dan penyesuaian jam kerja,” terangnya.

Tak hanya itu saja, dalam pencegahan penyebaran virus corona ini, membudaya perilaku hidup bersih sehat, cek suhu tubuh, menggunakan masker, tetap menjaga jarak, mengurangi kontak fisik, menghindari pertemuan dengan jumlah orang yang banyak agar terhidar dari Covid – 19 dan intinya harus memakai masker.

Sedangkan untuk dampak negatifnya, bila tergesa-gesa dalam pemberlakuan new normal ini, akan sangat berdampak buruk pada sektor kesehatan dan ekonomi. Dalam sektor kesehatan kasus positif Covid-19 ini akan melonjak.

Gelombang kedua Covid-19 akan timbul, meski yang pertama pun belum reda. Sehingga rakyat semakin tidak percaya dengan pemerintah. Oleh karenanya perlu masa transisi menuju new normal ini,” papar Jarot.

Serma Jarot mengatakan, tetap lah selalu meluangkan waktu agar dapat ke desa binaan, biasakan berkomunikasi dengan warga dan merasakan kebersamaan bersama masyarakat setempat.

Kalau kita sudah sejiwa dan sehati dengan desa binaan, insya Allah desa binaan akan memperhatiakn kekurangannya dimana dan kedepan akan di usahakan untuk di perbaiki, maka oleh sebab itu kita semua harus yakin apa yang kita perbuat selama itu untuk kebaikan, maka akan maju dan jaya selamanya.(Pr/AI/Ren/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *