MANUSIA BIADAB, BUNUH ANAK USIA 3,5 TAHUN

oleh -42 views
MANUSIA BIADAB, BUNUH ANAK USIA 3,5 TAHUN 1

Buntok,29/11/2020 (DayakNews). Sungguh tidak mempunyai hati nurani yang dilakukan tersangka Parman (21) warga Desa Batilap RT. 004 RW. 002, Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan (Barsel). Dirinya tega membunuh anak tirinya Raka Saputra (3,5) lantaran menangis. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin (23/11/20) lalu sekitar pukul 11.00 WIB di rumah korban.

“Pada awalnya tersangka menyuruh ibu kandung korban untuk membeli rokok dan bahan bakar minyak diwarung,” kata Kapolres Barsel AKBP Agung Tri Widiantoro,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Yonals N.Putera,SH kepada awak media, Sabtu (28/11/20).

Namun, ketika ditinggal anaknya (korban) menangis terus menerus, sehingga tersangka emosi dan langsung memukul pinggang belakang korban, menggunakan tangan kanan sebanyak satu kali. Akibat pukulan tersebut, korban terduduk dilantai dan masih menangis. Kemudian tersangka memukul perut korban menggunakan telapak tangan kanannya dan juga bagian dada korban.

“Korban tambah menangis, lalu tersangka memukul kepala bagian kiri korban, menggunakan kepalan tangan kiri dan dipukul lagi menggunakan kepalan tangan kanan, mengenai dahi dan kepala sebalah kanan.

Sambungnya, terakhir tersangka memukul menggunakan kepalan tangan kanan, kebagian kepala belakang korban, yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dan koma.

“Selanjutnya korban direbahkan dilantai dan diberi bantal serta guling. Lalu ketika ibu korban datang langsung menanyakan kepada tersangka, kenapa anaknya tiba-tiba tidur, namun tersangka menjawab tidak tahu, karena sedang turun kesungai.
Lalu, ketika ibu korban membangunkan korban saat itu korban tidak bergerak, dan hidungnya mengeluarkan darah serta nafasnya seperti org mendengkur,” bebernya.

Ia menambahkan, kemudian korban dibawa ke Pustu, namun sudah tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

“Saat ini tersangka sudah kita amankan utk mempertanggungjawabkan perbuataannya. Penyidik segera melakukan ekshumasi atau gali kubur dan melakukan autopsi terhadap Jenazah korban, yang akan dilakukan pada hari Jumat (27/11) di rumah sakit Dr. Dorys Silvanus, guna mengetahui penyebab meninggalnya korban. Pengungkapan kasus ini juga berkat bantuan jajaran Polsek Dusun Hilir dan pihak Puskesmas Mangkatip, “pungkasnya. (Ren/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *