NORHASANAH PENULIS ASAL BUNTOK HARUMKAN NAMA BARSEL DI LUAR NEGERI

oleh -2.243 views
NORHASANAH PENULIS ASAL BUNTOK HARUMKAN NAMA BARSEL DI LUAR NEGERI 1

Buntok, 29/10/19 (Dayak News). Sungguh berbangga warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Pasalnya Norhasanah merupakan guru muda dan produktif merupakan seorang penulis yang bernama lengkap Norhasanah Azim (37) berhasil mengangkat nama Bumi Tambun Bungai di manca negara.

Wanita asal kabupaten Barsel ini selain menjadi guru dan penulis, dirinya juga seorang Istri dari TNI Kodim 1012 Buntok, yang mengharumkan nama Kabupaten Barsel di Luar Negeri melalui tulisan fiksi dan puisi.

Bermula melalui hobby menulis fiksi dan puisi menghantarkan dirinya mewakili Kabupaten Barsel ke Luar Negeri, ke Brunei Darussalam pada tahun 2018. Kemudian tahun 2019 ini dirinya ke Malaysia untuk membaca puisinya yang berjudul GADIS PARIGI.

Norhasanah merupakan salah satu guru yang mengajar di Sekolah Menengah Atas 2 Buntok, Kabupaten Barsel ini dengan jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Dirinya sudah memulai menulis fiksi dari tahun 2003 sampai sekarang masih menulis fiksi dan sudah mengeluarkan 22 Buku dengan mengangkat tema tentang Kabupaten Barsel.

Adapun buku yang dia keluarkan yaitu Bakantan (Antalogi) tahun 2003, Antalogi Puisi Guru tahun 2018, Babeh tahun 2018, Antalogi Puisi Akrostik tahun 2018, Gadis Kampung Air 2019, Bidadari Reza 2019, Misteri Hantu di Persimpangan 2019, Goresan Pena Sang Guru 2019, Mengukir Kisah Berjuta Makna tahun 2019, Merajut Pahala Surga 2019, Jeritan Kartika 2019, Puisi Haiku 2019.

“Dengan menulis menjadikan hidup lebih hidup, dengan menulis membuat hidup lebih bermakna dan dengan menulis bisa menambah penghasilan “ucapnya.

Ditambahkan dengan ekspresi dan kreatifitas melalui sebuah tulisan membawa dirinya mewakili Kabupaten Barsel dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Brunei Darussalam dan Malaysia.

Norhasanah yang juga sebagai duta literasi mengatakan bahwa literasi di kabupaten Barsel harus diterapkan dan dicintai, karena literasi sebuah kata yang tidak bisa lepas dari sekolah, karena literasi sekolah sebuah gerakkan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis, sehingga terciptanya pembelajaran sepanjang hayat.

“Literasi adalah istilah umum yang merunjuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca dan menulis, “ucap Norhasah yang nerupakan guru Bahasa Indonesia.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) mengencarkan gerakan budaya literasi, keseriusan Pemerintah dalam hal ini tidak hanya sekedar wacana tetapi benar dibuktikan.

“Salahsatunya dimasukkan dalam kurikulum pendidikan ke-13 diwajibkan ada literasi sebelum memulai pembelajaran di sekolah, dan harapan kedepannya semoga generasi muda di kabupaten Barsel lebih mencintai menulis dan juga bisa mengharumkan nama Daerah dari tulisan yang ditulisnya melewati sebuah karya yaitu buku karya sendiri, “pungkasnya. (Ren/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *