MoU PEMDA DAN PELINDO III, PENGEMBANGAN PELABUHAN DAN POTENSI BISNIS DI KAWASAN KALTENG

oleh -10 views
MoU PEMDA DAN PELINDO III, PENGEMBANGAN PELABUHAN DAN POTENSI BISNIS DI KAWASAN KALTENG 1

Palangka Raya, 23/9/2020 (Dayak News). Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran menyetujui Kesepakatan Bersama antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tentang Sinergi Pengelolaan Alur Pelayaran Sungai, Pengembangan Kawasan Pelabuhan, dan Penggalian Potensi Bisnis di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kesepakatan Bersama atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemprov Kalteng dan Pelindo III itu secara simbolis dilakukan di Aserna Komplek Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa malam (22/09/2020).

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengungkapkan, jaringan sungai telah menjadi urat nadi perekonomian penduduk karena sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat dilakukan melalui dan di atas sungai. Hubungan antar daerah yang terjalin di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah dilakukan lewat sungai, sehingga jalur perairan ini menjadi akses andalan bagi kelancaran distribusi barang maupun orang dari wilayah hulu ke hilir begitu pula sebaliknya.

“Pelabuhan sebagai salah satu unsur dalam penyelenggara perhubungan memiliki peran yang sangat penting dan strategis, sehingga penyelenggaraannya dikuasai oleh Negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menunjang, menggerakkan dan mendorong pencapaian tujuan nasionaI”, kata Gubernur Sugianto Sabran.

MoU PEMDA DAN PELINDO III, PENGEMBANGAN PELABUHAN DAN POTENSI BISNIS DI KAWASAN KALTENG 2

Lebih lanjut Gubernur Sugianto menyebutkan tujuan kesepakatan yang dilakukan dengan Pelindo III adalah sebagai sinergisitas pengerahan dan pendayagunaan sumber daya dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, untuk menciptakan terwujudnya pemberdayaan, kemandirian, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Nasional, serta peningkatan kinerja melalui Pengelolaan Alur Pelayaran Sungai, dan pengembangan Pelabuhan dl Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan prinsip saling menguntungkan.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedi menjelaskan bentuk kerja sama yang akan dilakukan berdasarkan MoU antara Pemprov Kalteng dan Pelindo III. Kerja sama tersebut meliputi studi bersama terkait pengelolaan perairan sungai di Kalteng, pengembangan kawasan pelabuhan dan penggalian potensi bisnis, melakukan penyiapan data-data terkait dengan rencana pengelolaan perairan sungai di Kalteng, serta pembangunan dan pengoperasian kawasan pelabuhan wilayah Kalteng termasuk kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kemudian kesepakatan ini meliputi koordinasi dan sinkronisasi dengan pihak-pihak yang berwenang serta memberikan rekomendasi yang diperlukan untuk perizinan pengelolaan perairan sungai, pengembangan pelabuhan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dan bentuk kerja sama lainnya yang disepakati para pihak”, ujar Yulindra.

Yulindra mengutarakan bahwa kegiatan MoU ini sebelumnya telah dibahas sebanyak lima (5) kali pertemuan, sejak tanggal 2 Maret 2020. Pada saat itu, pertemuan difasilitasi langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Sekda Kalteng) Fahrizal Fitri.

CEO Regional Kalimantan PT Pelindo III Daru Wicaksono Julianto mengatakan, “Tentunya, dengan adanya penandatanganan kerja sama ini, kami mengucapkan terima kasih, untuk dapat berkontribusi pada pengelolaan alur serta pengembangan potensi bisnis yang ada di Kalimantan Tengah”.

CEO Regional Kalimantan PT Pelindo III tersebut juga mengutarakan bahwa kesepakatan kerja sama itu merupakan suatu bentuk sinergi, kolaborasi antara BUMN, PT Pelindo III Group, dengan jajaran Pemprov Kalteng agar dapat meningkatkan pertumbuhan serta pendapatan bagi Provinsi Kalteng dengan prinsip yang saling menguntungkan.

“Di awalnya nanti dari pengelolaan alur pelayaran, kemudian juga akan berkembang kepada potensi-potensi yang lain, termasuk pengembangan kawasan pelabuhan serta potensi bisnis lain, termasuk misalnya kawasan industri maupun pengelolaan-pengelolaan lain, terutama dengan adanya rencana Food Estate.(Pr/HMS/Den).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *