OPTIMALISASI, HILIRISASI DAN DIGITALISASI KUNCI PERBAIKAN EKONOMI KALTENG

oleh -
OPTIMALISASI, HILIRISASI DAN DIGITALISASI KUNCI PERBAIKAN EKONOMI KALTENG 1
Salah satu tempat wisata di kabupaten di Kalimanatan Tengah (Foto/Ist)

Palangka Raya (Dayak News) Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menyatakan, kinerja ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I-2021 kembali mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 3,12% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,10% (yoy).

Secara sektoral (dari sisi penawaran), tekanan ekonomi triwulan I-2021 utamanya bersumber dari melambatnya kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan dan penggalian, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dan LU Konstruksi.

Sedangkan dari sisi permintaan, hampir seluruh komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan negatif, kecuali komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang masih tumbuh positif sebesar 0,81% (yoy) pada triwulan I-2021.

Merespon perkembangan tersebut, Bank Indonesia dalam siaran persnya bulan Juni 2021 memberikan resep, tetap berkeyakinan bahwa, ditengah pemulihan ekonomi nasional yang saat ini masih berlangsung dan perbaikan ekonomi global yang terus berlanjut, ekonomi Kalimantan Tengah kedepan diprakirakan membaik, dengan tetap menerapkan necessary condition yaitu vaksinasi dan protokol kesehatan yang disiplin serta bersinergi dalam menjalankan lima strategi respons kebijakan yang menjadi sufficient condition antara lain : 1) pembukaan sektor produktif dan aman, 2) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), 3) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, 4) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan 5) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Sehingga dalam rangka mewujudkan pemulihan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah kedepan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mendorong upaya-upaya sebagai berikut:

  1. Optimalisasi percepatan realisasi APBD dalam rangka mendorong terciptanya multiplier effect (efek bergulir) bagi pembangunan daerah. Realisasi belanja yang segera, tepat waktu dan tepat sasaran menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus trigger (pemicu) bagi kegiatan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah daerah perlu melakukan monitoring dan pengawasan yang ketat terhadap realisasi anggaran belanja dengan prioritas yang dapat memberikan multiplier effect baik bagi konsumsi pemerintah maupun konsumsi masyarakat.

  1. Hilirisasi komoditas unggulan ekspor dan optimalisasi komoditas lain yang berpotensi ekspor. Komoditas unggulan Kalimantan Tengah pada umumnya adalah bahan mentah yang tidak memerlukan proses pengolahan lebih lanjut. Hilirisasi komoditas dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi ekonomi, baik kedekatan pasar (konsumen), akses, geografis dan biaya.

Hilirisasi bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan serta meningkatkan kemandirian lokal yang pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung ekonomi daerah.

Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut komoditas lokal yang memiliki potensi ekspor, yang belum optimal dikelola diolah di daerah serta terdapat permintaan dari luar negeri. Misalkan komoditas sarang burung walet, Nipah, Porang dan Rotan. Optimalisasi komoditas potensi ekspor tersebut dapat dilakukan melalui sinergi dengan lembaga keuanga, asosiasi pelaku usaha dan stakeholder lainnya.

  1. Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan daerah. Pesatnya perkembangan teknologi perlu direspon melalui digitalisasi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat, inklusif dan berkelanjutan. Dari sisi pemerintah pemanfaatan digitalisasi dapat dilakukan melalui pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) pada transaksi pendapatan dan belanja melalui kanal pembayaran yang tersedia. Mengingat cakupan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang luas, implementasi elektronifikasi di daerah perlu diperkuat melalui koordinasi dalam wadah Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang telah dibentuk melalui surat keputusan Gubernur Kalimantan Tengah.

Sementara itu, digitalisasi dari sisi pelaku usaha dan masyarakat utamanya dapat berfokus pada sektor riil yang bersentuhan langsung pada peningkatan permintaan khususnya konsumsi masyarakat. Terbatasnya mobilitas masyarakat pada masa pandemi Covid-19 berpengaruh pada kinerja UMKM dan pariwisata daerah. Sehingga penggunaan website sebagai media promosi dan penjualan pada masa keterbatasan mobilitas masyarakat perlu dibangun untuk mengatasi lemahnya permintaan.

Sebagai upaya dukungan dan langkah nyata terhadap pemulihan ekonomi, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Gerakan Nasional Bangga Berwisata Indonesia (Gernas BWI) serta akselerasi program 12 juta QRIS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun website UMKM dan Pariwisata digital Kalimantan Tengah, yang secara resmi akan di-launching pada tanggal 24 Juni 2021 pada puncak acara Festival UMKM dan Pariwisata Digital “Pesona Bumi Tambun Bungai” 2021 di Kota Palangka Raya.
Kami berharap pada waktunya nanti, masyarakat Kalimantan Tengah dapat turut menyaksikan peresmian tersebut pada saluran youtube BI Kalteng dan media sosial lainnya, turut bertransaksi secara virtual, dan berpartisipasi dalam menyebarkan luaskan informasi website UMKM dan Pariwisata digital Kalimantan Tengah.

Terkait dengan masih bergantungnya provinsi Kalteng pada sektor-sektor ekonomi ekstraktif baik di perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, Dayak News juga meminta pandangan dari BI Perwakilan Kalteng atas masih belum stabilnya harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan TBS sawit di pasaran saat ini.

Pimpinan BI Perwakilan Kalteng menjawab mungkin maksudnya yang turun harga CPO masih sementara. Harga CPO memang sedikit turun, yang tidak jelas faktornya namun kemungkinan karena menjaga jarak selisih harga dengan komoditas Kedelai yang juga turun.

Sementara tandan buah segar atau TBS Kalteng saat ini naik, karena berdasarkan hasil rapat penetapan harga TBS untuk periode bulan Mei 2021 pada tanggal 3 Juni 2021 di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, harga TBS wilayah Kalimantan Tengah untuk periode Mei 2021 naik Rp39,68/Kg (1,87%) untuk tanaman 10-20 th.

Mayoritas produksi TBS Kalteng adalah untuk pasar domestik. Sehingga, kita perkirakan prospek komoditas ini masih sangat baik ke depan, di lain sisi pasar domestik juga kuat, ekspor pun juga masih ada permintaan seiring dengan membaiknya ekonomi global.

Harapannya komitmen program biodiesel (B30-B40) tetap berlangsung. Sehingga dibutuhkan kepastian pasokan bahan baku (minyak sawit) dan kepastian harga yang adil. Ini harapannya.

Selain itu, apabila dimungkinkan dengan memerhatikan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi ekonomi, baik kedekatan pasar (konsumen), akses, geografis dan biaya, hilirisasi produk turunan bisa dilakukan di Kalteng. Kepastian iklim investasi dan kemudahan perizinan bagi para investor juga memainkan peran di sini. Jika pasokan sumberdaya lebih dekat dari pabrik-pabrik hilirisasi nya mengapa harus jauh menyeberang ke Jawa misalnya. Mengapa tidak dari Kalimantan saja yang juga dalam beberapa tahun akan menjadi pusat pemerintahan dan ibukota negara yang baru.

OPTIMALISASI, HILIRISASI DAN DIGITALISASI KUNCI PERBAIKAN EKONOMI KALTENG 2
Panen Buah Sawit (Foto/Ist)

Terkait dengan resep bagaimana pemerintah daerah bisa lebih mengembangkan sektor-sektor ekonomi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), BI perwakilan Kalteng juga memberikan perhatian akan apa yang sebaiknya dilakukan. Kita perlu memahami kondisi saat ini serba sulit. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM perlu intensif dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah daerah dan lembaga keuangan, namun juga peran Civil society organizations termasuk media massa perlu menggunakan perannya.

Dari sisi Bank Indonesia, kami melihatnya UMKM dan Pariwisata merupakan saudara kandung di mana mereka merupakan sektor-sektor yang saling mendukung satu sama lain. Pandemi covid secara langsung dan tidak langsung mengakibatkan turun permintaan dikedua sektor ini.

Untuk itu sebagai respon terhadap kondisi saat ini, salah satu dari lima strategi kebijakan yang menjadi sufficient condition yaitu digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM perlu diterapkan di Kalimantan.
Kami mewujudkan melalui pembuatan website UMKM dan Pariwisata Kalteng. Website tersebut selain berfungsi sebagai etalase digital, juga sebagai media penjualan secara virtual dengan harapan produk UMKM dan jasa pariwisata Kalimantan Tengah dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan mancanegara, karena website boarderless.

Sehingga kami berharap pada waktunya nanti, rekan-rekan media dan masyarakat Kalimantan Tengah dapat turut serta berpartisipasi dalam menyebarkan luaskan informasi website UMKM dan Pariwisata digital Kalimantan Tengah dan tentunya dapat mencoba untuk bertransaksi secara virtual, membeli produk-produk UMKM lokal asli Kalteng.

“Bangga Buatan Indonesia dan Bangga berWisata Indonesia”. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.