DINKES BARSEL BASMI SARANG NYAMUK

oleh -41 views
dr.Maria Efianti (Kadinkes Gumas)

Buntok, Dayak News. Maraknya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dimusim penghujan dan pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) berkerja keras dan bergerak cepat mengantisipasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Hal ini untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebar virus penyakit DBD di Kota Buntok dan sekitarnya.

“Kita melakukan fogging atau pengasapan dipemukiman rumah warga dikota Buntok dan sekitarnya untuk membasmi nyamuk penyebar penyakit DBD, “kata Kepala Dinas Kesehatan Barsel Dr. Djul K Palar, Kepada Dayak News, Kamis (17/01/19).

Masih dikatakan Djul K Palar selain melakukan fogging atau pengasapan kepemukiman warga pihaknya juga melakukan kegiatan untuk mengatisipasi DBD menyebar luas untuk mengimbau kepada seluruh warga Buntok dan sekitarnya agar menerapkan pola hidup bersih, dan menggalangkan kampanye gerakkan Mengubur, Menguras, Menutup dan menabur bubuk abate ke tempat penampung (3M plus).

“Kegiatan 3M Plus sebagai gerakan tersebut bertujuan mencegah perkembang biakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penularan DBD, “tandas Kadis Kesehatan.

Ditambahkan pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus merupakan salah satu upaya pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien, serta dapat dilakukan oleh semua masyarakat.

Menghilangkan jentik-jentik atau larva nyamuk lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan.

Untuk mendukung gerakan ini Bupati Barsel juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan semua instansi-instansi yang ada di Kabupaten Barsel untuk melaksanakan kewaspadaan dini dalam mengendalikan dan pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD.

menghimbau agar menggalakan kembali kegiatan Jum’at Bersih dan membantu mensosialisasikan Pemberantasan Sarang Nyamuk kepada masyarakat.

“Dinkes juga telah memerintahkan kepada jaringan pelayanan kesehatan yang ada, seperti Puskesmas, Posyandu hingga Rumah Sakit Daerah, untuk terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan gerakan 3M Plus dan pola hidup sehat kepada masyarakat, karena kampanye dan sosialisasi tersebut tidak akan membuahkan hasil jika warga tidak berperan aktif menjaga lingkungannya, “Pungkasnya. (Dayak News/Ren/BBU).

BACA JUGA :  PEREMPUAN MILENIAL CERDAS: MEMILIH YANG ANTI KORUPSI - YANG ANTI KEKERASAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *