RESES DAPIL SATU DPRD KOBAR MENJARING ASPIRASI MASYARAKAT

oleh -
oleh
RESES DAPIL SATU DPRD KOBAR MENJARING ASPIRASI MASYARAKAT 1


Pangkalan Bun 4/2/2021 (Dayak News). Memasuki hari ke empat Anggota DPRD dapil satu kembali melakukan Reses Masa sidang 1 tahun sidang 2021 untuk menjaring Aspirasi masyarakat Di dua Desa yaitu Kumpai atas dan Kumpai batu bawah.

Pertemuan reses dapil satu DPRD Kotawaringin Barat di laksanakan di Balai Desa Kumpai Batu Bawah kamis 4/2/2021 itu hadiri oleh unsur Dinas terkait seperti dinas PUPR , Perkim, Kesehatan,Pendidikan dan Kebudayaan, Lingkungan Hidup dan unsur Pemerintah Kecamatan Arut Selatan.

Wakil Ketua satu DPRD Kobar Mulyadin SH memimpin pertemuan menyatakan Reses dilaksankan sesuai jadwal yang di tetap kan oleh Badan Musyawarah (Bamus) antara eksekutif dan legislatif Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk itu Mulyadin mengharap agar kepala Desa dan masyarakat dapat menyampaikan usulan terkait dgn Infrastruktur atau terkait dengan bidang pelayanan dasar seperti pendidikan dan Kesehatan.

Kepala Desa (Kades) Kumpai Batu Bawah (KBB) Bambang Silih Warno menyampaikan usulan sbb:

Bidang Kesehatan : Meminta Petugas Kesehatan (Bidan Desa) yang selama ini sudah di tarik oleh Dinkes kurang lebih 7 Bulan. Pagar Poskesdes dan Rumah – Dinas Bidan serta Penataan Halaman. Rehap Ringan Rumah Dinas Bidan.
Bidang Infrastruktur : Lanjutan Peningkatan Ruas Jalan Arah Desa Kumpai Batu Atas (KBA). Penanggulangan Banjir mohon untuk Normaliasi Sungai serta meninggikan Jalan Poros perbatasan Karanganyar. Pembangunan Jembatan (Box Culvert) di Jalan Lingkungan Desa.

Selanjutnya kepala Desa (Kades ) Kumpai Batu Atas (KBA) Sarianto menyampaikan usulan diantaranya : Pembangunan Parit/Drainase Jalan Poros Desa KBA. Peningkatan Jalan

Bantuan UMKM utk Kelompok Pengrajin Desa Kumpai Batu atas Kecamatan Arut Selatan.

Setelah selesai pertemuan di lanjut kan kunjungan lapangan, banyak hal yg di temukan tempat pelayanan Masyarakat yang tidak berfungsi seperti Poskesdes dan pengerjaan pengaspalan jalan yang dikerjakan tidak berkualitas, hal ini tentu merugikan masyarakat setempat. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.