SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI GUMAS

oleh -22 views

Kuala Kurun, 3/5/19 (Dayak News). Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPB-PK) M?sosialisasi pencegahan dan pengurangan resiko bencana.

Kegiatan diiukuti 50 orang peserta terdiri dari dinas/instansi pemerintah, Aparat Kecamatan, Kelurahan, Desa, Tagana, Damkar/TRC/PMI Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan dan Dunia usaha guru-guru dan siswa di lingkungan sekolah pemerintah Kab. Gunung Mas (Gumas).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gumas, Drs. Ambo Jabar, M.Si yang bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (2/5/19).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gumas Ir. Simpati mengucapkan terimakasih kepada badan penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) BPB-PK yang sudah mempasilitasi kegiatan ini.
Kepala bidang pencegahaan dan kesiapsiagaan BPB-BK Provinsi Kalteng sebagai narasumber, Kibue Sungan mengatakan, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengacam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia.
Dikatakannya, pengurangan Risiko Bencana adalah upaya untuk melindungi penghidupan (livelihood) dan asset individu dan masyarakat dari dampak bencana melalui kegiatan. Pelibatan seluruh stakeholder, melakukan penenggulangan bencana sesuai siklus bencana, melakukan manajemen risiko bencana,” ungkap Kibue Sungaan dalam menyampaikan materinya.
Kegiatan sosialisasi tersebut, dipandu oleh moderator Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gumas Drs. Penyang D Masal, ada tiga pertanyaan dari masing-masing peserta sosialisasi tentang penanggulangan bencana.
Tujuan dari sosialisasi tersebut, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kesiapan aparatur pemerintah, lembaga usaha, dan masyarakat. Penyemaan persepsi antara instansi/lembaga terkait, masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana. Mengindentifikasi permasalahan dan potensi solusi dalam pemberdayaan masyarakat dalam penannggulangan bencana.(Dayak News/AI/BBU).

BACA JUGA :  JAWABAN PEMDA GUMAS TERHADAP PENDAPAT DEWAN TENTANG RAPBD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *