PEMILU 2019 TERBERAT, DIAKUI KPU GUMAS

oleh -11 views

Kuala Kurun, 6/5/19 (Dayak News). Banyak orang mengakui sepanjang sejarah pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 paling berat.Hal itu diakui pula oleh pelaksana Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Ketua KPU Gumas, Stepenson mengatakan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 17 April lalu cukup berat, katanya menjawab pertanyaan wartawan di Kuala Kurun, Minggu (5/5/19).

Dikatakan, kalau ada yang menilai Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 17 April 2019 carut marut, itu relatif ya,tergantung penilaian masing masing orang. Kalau berat, iya. Soalnya bertambah satu Pemilihan,” kata Stepenson.

Pemilu 2014 hanya empat surat suara dengan ukuran yang kecil karena peserta Pemilu yang sedikit. Sedangkan Pemilu tahun ini ada lima surat suara, yakni surat suara untuk pemilihan Presiden, pemilihan DPR RI, pemilihan DPD, surat suara untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, sehingga jumlah kotak suara pun bertambah menjadi lima kotak suara.

“Beban dari KPPS pun tentunya bertambah. Juga dari segi penyiapan logistik dan lainnya,” imbuhnya.

Apakah Pemilu 2024 perlu dirubah, Stepen menilai tergantung regulasi dan persiapan yang dilakukan. Kalau terjadi perubahan ataupun revisi regulasi Pemilu nomor 17 tahun 2019 demi perbaikan Pemilu tahun 2024, harus dilakukan jauh-jauh hari.

“Jangan sampai regulasinya mepet dengan kegiatan, lalu diakomodir. Sehingga terjadi ketidaksiapan dalam pelaksanaanya. Regulasi dan kesiapan harus linier. SDM penyelenggara Pemilu di level bawah juga perlu disiapkan, supaya mereka melaksanakan tugas dan kewajiban dengan optimal,” tutur Stepen.

Kendati cukup berat, Stepen akui pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 di Gumas berjalan aman dan lancar. Persatuan kesatuan terjaga baik walau berbeda pilihan.

BACA JUGA :  KESEPAKATAN PT. ATA DAN KOPERASI

“Penyelenggara Pemilu tidak sempurna,tidak benar semua, kekeliruan bisa terjadi, tetapi tidak ada perubahan yang dilakukan. Kami bekerja berdasarkan regulasi yang ada,” tandas Stepen.(Dayak News/AI/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *