BANJIR MENDAPAT PERHATIAN SERIUS BUPATI GUMAS

oleh -13 views

Kuala Kurun, 6/6/19 (Gunung Mas). Kabupaten Gunung Mas (Gumas) juga sering dilanda banjir. Banjir yang kerap melanda beberapa Kecamatan di Kabupaten Gumas ini menjadi perhatian serius Bupati Jaya S. Monong dan Wakil Bupati (Wabup) Efrensia L.P. Umbing.“Banjir itu kan keadaan alam yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, dan kita sebagai masyarakat tentunya harus waspada,” ujar Jaya kala meninjau banjir di Jalan Perintis, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Rabu (5/6/19). Usai kunjungan silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.Dirinya, Wabup, Sekda dan beberapa OPD, lanjut Jaya, akan mengevaluasi persoalan banjir yang kerap melanda beberapa daerah di Gumas.“Kita akan bahas langkah-langkah strategisnya, kita akan petakan daerah-daerah mana yang rawan banjir, kita carikan solusinya. Penanganan banjir tentunya tidak gampang ya, namun dengan kebersamaan, kita yakin dapat memberikan solusi yang baik,” ujarnya didampingi Efrensia, Sekda Yansiterson, Kadis Sosial Budhy serta Camat Tewah Hengki Panto.Ia berharap Dinas Sosial Gumas dapat memberikan bantuan kepada warga Kelurahan Tewah yang terkena banjir. Warga pun dimintanya selalu waspada terhadap kemungkinan bertambahnya banjir.“Kalau banjirnya bertambah, saya berharap masyarakat dapat mengungsi sementara ketempat yang lebih aman,” katanya.Hala senada Terkait banjir, Kadis Sosial Kab. Gumas Budhy menjelaskan sejak 2017 Kementerian Sosial RI sudah membentuk kampung siaga bencana yang tersebar diseluruh Indonesia, salah satunya di Gumas. Dalam kampung siaga bencana itu, kata dia, terdapat beberapa fasilitas yang sudah diberikan kepada warga, seperti tenda, dapur umum, tenda keluarga untuk pengungsi dan fasilitas lainnya.“Sesuai kewenangan kami, hari ini (kemarin) kami akan memberikan bantuan beras sebanyak 1,5 ton untuk membantu warga Kelurahan Tewah yang terkena banjir. Kalau banjirnya bertambah, kami akan usulkan ke Pemerintah Provinsi terkait bantuan beras, pasalnya bantuan penanggulangan bencana berupa beras ada dua sumber, yakni cadangan beras regional dan cadangan beras Pemerintah. Kalau cadangan beras Pemerintah, untuk tiap Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah mendapat jatah 100 ton yang saat ini ada di Bulog Provinsi,” pungkasnya.(Dayak News/AI/BBU).

BACA JUGA :  FAHRIZAL FITRI HADIRI PEMBUKAAN STQ NASIONAL DI PONTIANAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *