DAD GUMAS KLARIFIKASI KEBERADAAN TBBR

oleh -732 views
DAD GUMAS KLARIFIKASI KEBERADAAN TBBR 1

Kuala Kurun, 7/12/2020 (Dayak News). Terkait kegiatan yang dilakukan oleh Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajangk (TBBR) di Desa Petak Bahandang, Selasa ( 1/12/2020 ) lalu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memanggil beberapa yang tergabung dalam Ormas Dayak yang ada di Kabupaten Gumas untuk mengklarifikasi/menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh Ormas TBBR, di Betang DAD Kabupaten Gumas, Kamis pagi (3/12/2020).

Kegiatan yang dilakukan oleh Ormas TBBR yaitu ritual adat pemandian untuk ilmu kebal dan diduga melibatkan Sekretaris Desa Petak Bahandang yang di ikuti oleh 100-200 orang dan tanpa ada izin dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunas, DAD Kabupaten Gumas, dan Pihak Aparat Kepolisian.

Ketua Harian DAD Gumas Herbert Y Asin, SE menegaskan, Terkait kegiatan yang dilakukan oleh ormas TBBR. Kami, dari DAD Kabupaten Gumas memanggil sejumlah Ormas yang ada di Kabupaten Gumas untuk memberi klarifikasi atau penjelasan terkait kegiatan yang di lakukan oleh Ormas TBBR tersebut.

“DAD Kabupaten Gumas memanggil rekan-rekan Ormas Dayak untuk menggelar rapat bersama terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh Ormas TBBR yaitu ritual pemandian agar memiliki ilmu Kebal,” ucapnya.

Apa kita sampaikan kepada rekan-rekan ormas yaitu untuk melakukan klarifikasi kepada kelompok masyarakat yaitu kelompok TBBR yang notabene kabarnya ada melakukan kegiatan di wilayah Kabupaten Gumas sebanyak dua kali yaitu melakukan kegiatan ritual di kolam galian tambang dekat sekolah pada malam hari dan diikuti oleh masyarakat berkisar antara 100 sampai 200 orang, jelasnya.

“Nah, ini yang kita pertanyakan pada rapat, apakah kelompok masyarakat ini yang menamakan kelompok masyarakat Dayak yang membawa masyarakat-masyarakat Dayak yang ada di Kabupaten Gumas. Ini masih belum jelas maksud dan tujuannya apa, apa kegiatannya baik atau kegiatannya ini radikal ini yang kita pertanyakan,” ungkapnya.

Menurut informasi dilapangan lanjut Herbert, Diduga ritual pemandian ini untuk ilmu kebal dan melibatkan Sekertaris Desa Petak Bahandang. Tetapi, informasi ini masih belum jelas kebenarannya. Seandainya benar. Maka, akan berdampak negatif nantinya. Apabila di ikuti oleh anak remaja yang masih labil atau anak yang dalam kondisi apa, namanya ABG akan sangat berbahaya nantinya.

“Ritual seperti ini sangat berbahaya jika disalah gunakan oleh sekelompok orang yang merasa memiliki ilmu kebal kemudian digunakan untuk ajang pamer atau merasa jagoan sehingga menimbulkan perkelahian bahkan mengakibatkan pembunuhan,” jelasnya.

DAD sudah memanggil Sekelompok orang yang tergabung dalam organisasi TBBR salah satunya diduga Sekdes Petak Bahandang sebagai pengurus Ormas TBBR untuk diminta penjelasan/klarifikasi dengan kegiatan yang mereka lakukan. Namun, tidak satupun perwakilan dari mereka hadir dalam rapat hari ini dengan alasan tidak ada izin dari pengurus pusat, jelasnya.

“Dari hasil keputusan rapat bersama dan dapat dipatuhi oleh kelompok organisasi TBBR agar tidak menimbulkan hal-hal yang di inginkan di Kabupaten Gumas ini. Namun, jika ada niat baik dari mereka untuk klarifikasi ke DAD Kabupaten Gumas atau di Kesbangpol maka akan dipertimbangkan lagi jika visi dan misinya bagus yaitu untuk melestarikan adat budaya leluhur kita, maka akan kita dukung. Tetapi jika sebaliknya atau bertentangan dengan adat istiadat kalteng maka akan kita tolak karena tidak sesuai dengan kaidah,” imbuhnya.

Ketua Harian DAD Gumas menjelaskan, memiliki ilmu kebal itu boleh, tapi jangan disalahgunakan. Ada yang jauh lebih penting sekarang ini. Pertama orang suku Dayak harus berperang melawan kemiskinan dan kebodohan, itu yang perlu kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan dan membangun Kalteng agar lebih maju dan berkualitas.(Pr/AI/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *