DUTA GENRE GUMAS, JAYA MONONG : MENANG KALAH ITU SUDAH BIASA

oleh -4 views
DUTA GENRE GUMAS, JAYA MONONG : MENANG KALAH ITU SUDAH BIASA 1
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyerahkan piala bagi para pemenang Duta Genre.

Kuala Kurun( Dayak News) – Okditia dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Rungan berhasil menjadi juara satu Duta Generasi yang Punya Rencana (GENRE) Putra se Kabupaten Gumas, dan Jhanny Sabatina Frinitasari SMAN I Kurun berhasil menjadi juara satu Duta Genre Putri se Kabupaten Gumas yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Sabtu malam (29/05/2021).

Kemudian, untuk juara dua Putra – Putri Duta Genre kategori putra Kabupaten Gumas yaitu, Adi Japutera dari SPRP GKE Tewah, dan Louis Apfia Helloen dari SMAN I Kurun kategori putri.

Untuk juara tiga Putra – Putri Duta Genre Kabupaten Gumas didapatkan oleh Tryoanda Nazaret dari SMAN I Kurun kategori putra, dan Julia Restulangi kategori putri.

“Untuk semua anak – anakku yang mengikuti kegiatan ini, menang kalah itu sudah biasa jangan berkecil hati masih banyak kesempatan untuk terus berkarya, jadilah remaja yang mau belajar dari kegagalan dan tetap rendah hati serta tidak cepat berpuas diri ketika meraih kesuksesan,” ucap Ayah Genre Provinsi Kalimantan Tengah Jaya Samaya Monong.

DUTA GENRE GUMAS, JAYA MONONG : MENANG KALAH ITU SUDAH BIASA 2

Dia menambahkan, Program Generasi Berencana merupakan jembatan yang mengantarkan anak – anak remaja kita menjadi produktif, inovatif dan tentunya berencana sebagai salah satu upaya pemerintah mempersiapkan mereka menjadi keluarga – keluarga yang berkualitas di masa yang akan datang.

Di kesempatan yang sama Kepala Pelaksana Tugas DP2KBP3A Kabupaten Gumas Rinasari mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga yang berkualitas, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan ketahanan remaja memiliki peran yang sangat strategis. Dan apabila gagal dalam pembinaan ketahanan remaja ini, bukan hanya menjadi ancaman kegagalan pembangunan tapi juga kegagalan kualitas generasi berikutnya.

“Kehidupan remaja penuh dengan lika liku gejolak begitu banyak perbedaan yang ada di dunia remaja namun jangan dijadikan sebagai pemisah tapi menjadi pemersatu dalam nuansa warna – warni yang indah,” tandasnya. (PR/AI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.