MUSDA DPD PPNI GUMAS TAHUN 2019

oleh -17 views
MUSDA DPD PPNI GUMAS TAHUN 2019 1

Kuala Kurun 21/10/19 (Dayak News). Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menghadiri acara pembukaan musyawarah daerah III persatuan perawat Indonesia (PPNI) Tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) di GPU Damang Batu, Sabtu (21/10).

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Daerah III Persatuan Perawat Indonesia Kabupaten Gumas Tahun 2019 Pada dasarnya pelaksanaan musyawarah daerah merupakan tindak lanjut dan perwujudan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPNI,” ujarnya.

Dalam menjawab tantangan tersebut, melalui visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Gumas Tahun 2019-2024, “Terwujudnya Kabupaten Gumas yang bermartabat, Maju, Berdayasaing, Sejahtera dan Mandiri (Berjuang Bersama)”, maka kami mengangkat isu dan permasalahan bidang kesehatan kualitas pembangunan sumberdaya manusia.

“Perawat merupakan unsur terpenting dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gumas. Perawat merupakan armada terbesar dalam pelayanan keperawatan, namun besarnya kuantitas ini belum diibangi dengan kualitas pelayanan keperawatan yang baik, potensi dan sumberdaya perawat tidak begitu terlihat,” katanya.

Sebagai Perawat adalah propesi yang sangat mulia, Perawat merupakan salah satu unsur pembangunan kesehatan masyarakat yang saat ini mempunyai populasi terbanyak diantara profesi kesehatan lain, di Kabupaten Gumas jumlah perawat yang terdaftar bekerja sebagai tenaga kesehatan akjtif sebanyak 450 orang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Tidak Tetap (PTT), Nusantara Sehat, dan Tenega Kesehatan Sukarela (TKS).

Dengan penyelenggaraan Musyawarah Daerah III PPNI Kabupaten Gumas ini, diharapkan bisa melahirkan kepengurusan yang profesional serta bisa menjadi titik tolak untuk kemajuan organisasi profesi perawat Kabupaten Gumas yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat.

Terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang mandiri dan tangguh sangat tergantung pada sejauh mana organisasi profesi keperawatan melaksanakan peran dan taggung jawabnya sebagai suatu organisasi, tandasnya.(Dayak News/AI/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *