REFLEKSI DUA TAHUN KEPEMIMPINAN JAYA – EFRENSIA DAN HUT KE-19 KABUPATEN GUNUNG MAS

oleh -13 views
REFLEKSI DUA TAHUN KEPEMIMPINAN JAYA – EFRENSIA DAN HUT KE-19 KABUPATEN GUNUNG MAS 1

Kuala Kurun (Dayak News) – Tanggal 21 Juni 2021 merupakan HUT ke-19 Kabupaten Gunung Mas, seiring dengan itu tidak terasa genap 2 tahun lebih masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas periode Tahun 2019-2024, Bapak JAYA SAMAYA MONONG, S.E., M.Si dan Ibu Ir. EFRENSIA L.P. UMBING, M.Si dengan Visi mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri (BERJUANG BERSAMA).

Dalam kurun waktu 2 tahun ini, pembangunan di Kabupaten Gunung Mas ada yang telah berjalan sesuai yang direncanakan namun ada juga beberapa hal yang belum sesuai dengan yang direncanakan sehingga perlu perbaikan dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Gunung Mas.

Apabila kita mengacu dengan RPJMD Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024 yang sudah disepakati dan ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Gunung Mas melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019 pada tanggal 28  November 2019,  maka perkembangan capaian beberapa indikator RPJMD berdasarkan publikasi BPS Gunung Mas Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

REFLEKSI DUA TAHUN KEPEMIMPINAN JAYA – EFRENSIA DAN HUT KE-19 KABUPATEN GUNUNG MAS 2

▪   Dari data di atas terlihat trend pergerakan indikator-indikator capaian RPJMD, walaupun belum sepenuhnya sesuai target tetapi berada dalam trend positif (bertumbuh positif). Contohnya LPE Kabupaten Gunung Mas merupakan yang tumbuh tertinggi seKalimantan Tengah, walaupun melambat. Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan  masih menjadi kontributor utama penyusun PDRB Kabupaten Gunung Mas, yaitu sebesar 29,24% dengan Laju Pertumbuhan 3,36%.

▪  Jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan, begitu juga dengan Gini Rasio dan Tingkat Pengangguran Terbuka.

▪  Sedangkan IPM dan Pendapatan per Kapita mengalami peningkatan.

REFLEKSI DUA TAHUN KEPEMIMPINAN JAYA – EFRENSIA DAN HUT KE-19 KABUPATEN GUNUNG MAS 3

▪   Opini  BPK  merupakan   pernyataan  profesional  pemeriksa  mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern. Pemkab Gunung Mas mampu mempertahankan opini WTP selama 5 tahun berturut-turut dan terus berkomitmen menjaga laporan keuangan agar sesuai standar akuntansi pemerintah.

▪  Nilai SAKIP yang menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai APBN/APBD juga cukup baik yaitu B dan akan terus ditingkatkan ditahun yang akan datang.

▪   Masalah gizi dan tumbuh kembang anak masih menjadi hambatan besar bagi Pemerintah Daerah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia, angka prevalesi stunting di Kabupaten Gunung Mas 3 tahun terakhir sudah mengalami tren penurunan hingga dari angka awal 38,21 menjadi 22,87%, dan terus berusaha menekan hingga batas atas ketetapan WHO yaitu 20%. Penanganan Stunting juga menjadi salah satu agenda strategis dari Pemerintah Daerah demi mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul di masa depan, berdasarkan keputusan hasil penilaian  Pusat  dan  Provinsi,  Pemerintah  Gunung  Mas  memperoleh Peringkat I dalam hal kinerja penanggulangan Stunting Tahun 2020 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, sedangkan penyerahan penghargaan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Agustus nanti.

▪  Untuk pengembangan pariwisata, tahun 2021 fokus dalam penyusunan Master Plan dan DED daerah-daerah Pariwisata agar arah kebijakan pembangunan sektor pariwisata tidak dilakukan secara sporadis tetapi dilakukan secara terencana, sistematis, dan bersinergi dengan sektor yang lain. Antara lain adalah pembangunan Kawasan Wisata Batu Mahasur (mendapat dukungan dari APBD Provinsi), Kawasan Wisata Tumbang Anoi, Kawasan Wisata Batu Suli, hingga Objek Wisata TAHURA Lapak Jaru.

▪  Sisi pembangunan sumber daya manusia, juga sudah sangat tersentuh melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur bidang Kesehatan, bidang Pendidikan, yang memberikan kontribusi bagi peningkatan IPM Kabupaten Gunung Mas.

▪  Ditambah lagi Pemerintah Gunung Mas telah melakukan berbagai upaya dalam terobosan dalam mempersiapkan SDM kita agar dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri, Universitas Palangka Raya (UPR), melalui jalur SNMPTN, dengan melakukan kerja sama antara Pemerintah Daerah dan UPR melalui MoU. Tidak ketinggalan pula, sekarang sedang diupayakan bagaimana Putra dan Putri kita dapat lebih diperhatikan untuk diterima menjadi Bintara di TNI dan Polri.

▪  Selain itu Pemerintah Daerah berkomitmen penuh dalam membuka isolasi daerah dan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Gunung Mas melalui Kontrak Tahun Jamak pembangunan jalan dan jembatan di ruas Tumbang Miri-Tumbang Napoi, Tumbang Miri- Tumbang Marikoi, Parempei-Harang Kramat-Bereng Jun dan pembuatan Pile Slab menuju Oprit Jembatan Sepang di Sepang Kota, yang membutuhkan komitmen pendanaan APBD yang sangat besar.

Lebih lanjut, tidak dipungkiri bahwa terdapat juga target capaian yang sudah direncanakan yang belum dapat terlaksana dengan baik, antara lain program “budidaya jagung hybrida” yang capaian luas tanamnya belum sesuai  dengan  yang  direncanakan,  hal  ini  dikarenakan  untuk  tahun  2021

Pemerintah Daerah mencoba lebih melakukan intensifikasi terhadap lahan yang sudah dibudidayakan sebelum melakukan ektensifikasi. Sementara pengembangan peternakan dan perikanan sudah menunjukan perkembangan yang mengembirakan.

Harus disadari pula bahwa sejak akhir tahun 2019, dunia menghadapi Pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi dimensi perekonomian dimensi Kesehatan serta menimbulkan efek domino pada sektor kemanusiaan, sosial, politik dan keamanan. Kinerja pemerintah terutama sisi penerimaan APBN & APBD mengalami kontraksi hebat sedangkan belanja meningkat akibat masifnya penanganan COVID-19 yang harus dilakukan. Hal ini membuat banyak program dan kegiatan di tahun 2020 dan 2021 yang tidak dapat dilaksanakan sehingga menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat, namun dengan semangat “BERJUANG BERSAMA”, tidak akan mengurangi motivasi kita untuk melakukan pelayan terbaik terhadap publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunung Mas. (PR Diskominfosantik Gumas/Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.