MARAK TRUK BATUBARA ILEGAL DI BARTIM

oleh -82 views

Tamiang Layang, 22/1/20 (Dayak News). Penambangan batubara diduga ilegal dengan angkutan truk marak di Kabupaten Barito Timur (Bartim). Warga protes puluhan dump truck terhadap angkutan yang membuat rusak jalan tapi tetap melakukan aktivitas pengangkutan melalui Jalan Irigasi pertanian di Kelurahan Ampah Kota.

Sumber Dayaknews.com, Rabu (22/1) mengatakan, meskipun malam tadi di demo, nampak puluhan dump truck yang mengangkut batubara masih melintasi jalan irigasi pertanian, yang peruntukan bukan untuk tambang, tetapi untuk jalan warga Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Bartim.

Dikatakan, kami selaku warga sangat prihatin dan kecewa karena jalan salurahan irigasi yang baru saja selesai dibangun oleh dinas PUPR Provinsi Kalteny kondisinya mengalami rusak parah akibat dilewati puluhan angkutan batubara dari desa Muara Awang yang diduga ilegal.

Raran warga Ampah yang juga Anggota DPRD Barito Timur ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu (22/1) membenarkan hal itu .

Menurut Raran, semestinya pemerintah melalui instansi segera mengambil langkah strategis untuk menangani masalah ini, sebelum kondisi jalan semakin parah dan dapat memicu kemarahan warga Ampah dan sekitar, katanya.

Hal senada juga juga diungkapkan kan Kepala Desa Puri Kecamatan Raren Batuah Iwan Sudarmaji juga mengungkapkan kekecewaannya karena jalan irigasi pertanian yang diperuntukkan bagi warga menjalankan aktivitas sehari-hari malah dipakai untuk mengangkut batubara yang tidak jelas asal usulnya.

Sebagai bentuk dukungan bagi warga Ampah yang menolak adanya angkutan batu bara ilegal, dirinya meskipun bukan warga Ampah juga ikut melakukan penghadangan dump truck batubara itu tadi malam, tegasnya

Sedangkan ketua LSM Lakaskar Nusantara cabang Kabupaten Barito Timur, Bernando Wander menjelaskan, pihaknya melakukan penyetopan aktivitas haoling bukan tanpa alasan.

BACA JUGA :  IVO SUGIANTO SABRAN TABUH KATAMBUNG AWALI RAPAT KOORDINASI TP- PKK SE-KALTENG

Bernando menejaskan, dasar penahanan aktivitas karena adanya laporan warga yang merasa keberatan karena jalan saluran irigasi yang baru saja selesai dibangun oleh pemerintah yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi mengalami rusak berat.

Selain itu jalan irigasi fungsinya jelas jalan saluran untuk masyarakat khususnya para petani diwilayah Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah,bukan untuk jalan tambang

Lebih lanjut Bernado menerangkan pengangkutan batubara seharusnya menggunakan jalan khusus.

Diuraikan, berdasarkan UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pada pasal 1 angka 5 disebutkan bahwa “ jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum”, dan pasal 1 angka angka 6 disebutkan “Jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.

Selanjutnya berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 5 dan 6 UU No. 38 Tahun 2004 sangat jelas bahwa jalan umum diperuntukan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan badan usaha untuk kepentingan sendiri, sehingga seharusnya pengangkutan hasil usaha pertambangan batu bara tidak menggunakan jalan umum tapi harus menggunakan jalan khusus, karena kegiatan tersebut jelas untuk kepentingan usahannya sendiri, terlebih aktivitas pengangkutan rmas hitam tersebut tersebut menggunakan armada truk yang banyak dengan aktivitas yang intens dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga akan menganggu lalu lintas umum dan dapat merusak badan jalan/ruang manfaat jalan.

“Perusahaan tambang sebelum melakukan kegiatan operasi produksi seharusnya sudah menyiapkan fasilitas jalan khusus untuk kegiatan pengangkutan batu bara kerena hal tersebut merupakan salah satu kesiapan teknis yang harus dipenuhi oleh perusahaan tambang ketika akan mengajukan izin operasi produksi dan regulasi mengenai jalan khusus sudah diatur dalam Peraturan Menteri PU nomor 11/PRT/M/2011 tentang pedoman penyelenggaraan jalan khusus”,ucap Bernando saat beradu argumen dengan Kapolsek Dusun Tengah IPTU Nurheryanto dilokasi penyetopan haloling jalan irigasi Ampah Kota.(PR/AG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *