NGOPI COI DIGELAR DI PALANGKA RAYA. KERJA SAMA FKPT DAN BNPT

oleh -12 views
RAPAT PLENO : Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah berfoto bersama usai mengikuti rapat pleno dalam Rakernas VII, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Rabu (19/2).(Ist).

Jakarta, 19/2/2020 (Dayak News). Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Rabu malam (19/2), resmi berakhir. Acara ditutup Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Rakernas menghasilkan kesepakatan program kerja bersama antara BNPT dan FKPT seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam rapat pleno yang berlangsung, FKPT Kalteng menyepakati jadwal yang disusun. Adapun kegiatan di Bumi Tambun Bungai diawali Bidang Perempuan dan Anak tanggal 18 sampai 20 Maret di Palangka Raya. Agenda tersebut akan melibatkan 100 orang peserta dari berbagai latar belakang. Tujuannya untuk memastikan keterlibatan perempuan dalam pencegahan terorisme.

Dilanjutkan penelitian tanggal 12 – 15 Mei, di Palangka Raya. Objek penelitian nanti diambil pada tiga daerah. Penelitian dimulai melalui survei, dan dilanjutkan Focus Group Discution (FGD). Pelibatan pers dalam pencegahan terorisme tidak ketinggalan. Kegiatan bertajuk Ngopi Coi dijadwalkan berlangsung 16-18 Juni, di Palangka Raya. Konsep kegiatan lebih santai menyesuaikan situasi kekinian.

“Kita akan mengajak peserta mengenali ancaman digitalisasi. Bagaimana propaganda melalui internet hingga mencegah beredarnya hoaks,” ungkap Ketua Bidang Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Kalteng M Haris Sadikin, usai rapat komisi.
Menurut Ketua PWI Kalteng itu, konsep kegiatan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan direncanakan akan ada siaran langsung talkshow radio. BNPT berupaya menghadirkan pihak google dalam kegiatan.

Hal itu untuk mengajarkan peserta mengenali informasi baru, lama dan hoaks. Jadi peserta diberikan pemahaman penggunaan internet secara benar.

“Kita juga menggelar lomba karya tulis bagi wartawan serta pers kampus. Syarat dan ketentuan sudah digodok, tinggal finalisasi di BNPT,” tegas Haris.

Selain kegiatan media, FKPT Kalteng akan melibatkan pemuda dalam pencegahan terorisme. Itu melalui workshop yang digelar pada tanggal 18-20 Agustus. Kemudian dilanjutkan pada pelibatan tokoh agama, masyarakat, adat, serta lainnga yang berlangsung tanggal 7-9 Oktober, di Palangka Raya.
Ketua FKPT Kalteng Khairil Anwar menjelaskan, pihaknya siap menjalankan program yang sudah disepakati bersama BNPT.

BACA JUGA :  MEMUTUS MATA RANTAI COVID-19, KUNJUNGAN WNA DI BANDARA SEPINGGAN DIPERKETAT

Memang sangat terbatas, mengingat kegiatan dibagi untuk 32 provinsi. Tetapi itu bukan jalan akhir. FKPT Kalteng masih berupaya melakukan terobosan dalam upaya pencegahan terorisme di Kalteng. Salah satunya melalui keterlibatan pemerintah daerah.

“Pencegahan terorisme persoalan serius. Perlu keterlibatan pemerintah. Jadi setelah Rakernas kami akan menjadwalkan bertemu Gubernur Kalteng. Kami akan koordinasikan upaya pencegahan terorisme di Kalteng dengan Gubernur,” ungkap Khairil.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya itu memastikan, FKPT tidak akan mampu bergerak sendiri dalam upaya pencegahan terorisme. Karena itu, pihaknya berupaya menggandeng pemerintah daerah. Meski belum pernah mendapatkan serangan teror, bukan berarti aman.

Kalteng punya histori bagaimana orang-orang terpapar faham radikalisme bersembunyi.
Bahkan, jelas Kharil, orang yang sudah terpapar radikalisme yang bersembunyi di Kalteng sudah merencanakan aksi teror. Itu yang perlu dicegah. Butuh keterlibatan pemda dalam melaksanakan program pencegahan. FKPT sebagai perpanjangan tangan BNPT, siap membantu pemerintah daerah. Dengan begitu, Kalteng akan mampu meminimalisir gerakan yang mengarah pada aksi teror.

“Kami akan segera bergerak. Kita sinergikan dengan pemda. Pencegahan langkah tepat untuk menghentikan aksi teror di Indonesia, khususnya Kalteng,” ungkap Khairil.(Pr/FUAD/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *