RP 1 M MENGHADANG PEMUDA UNGGAH UJARAN KEBENCIAN DIAMANKAN DI POLDA KALTENG

oleh -1.300 views

Palangka Raya, 25/2/2020 (Dayak News). Menyikapi banyaknya laporan masyarakat Kalimantan Tengah, terkait adanya postingan salah satu netizen yang mengunggah ujaran kebencian dan sara, Subdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Kalteng langsung bergerak cepat merespon hal tersebut.

Terbukti, setelah mendalami laporan masyarakat terkait ujaran kebencian yang diutarakan AS (26) warga Jember melalui akun facebooknya beberapa waktu lalu, Tim Cyber Crime Ditkrimsus Polda Kalteng langsung melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku dan berhasil mengamankan pelaku di Provinsi Bali.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Ilham Salahudin yang diwakilkan langsung Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Pasma Royce didampingi Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam Press release diruang Ditkrimsus Polda Kalteng, Senin (24/02) siang membenarkan telah menangkap dan mengamankan tersangka ujaran kebencian berinisial AS (26) yang melakukan aksi ujaran kebencian dan dan sara yang mana tersangka menggunakan akun Adis Aster di facebook.

” Pelaku yang bekerja serabutan ini ditangkap tim gabungan Polda Kalteng, Polda Kaltim dan Polda Bali di Jalan Gunung Soputan Kelurahan Pemecutan Kelud Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar, Bali pada Jumat (21/2/2020) sekitar pukul 21.00 wita,” terang Hendra Rochmawan.

Menurut Hendra, Pelaku ini ditangkap anggota Kepolisian karena mengunggah ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA di akun facebook pribadinya yang bernama Adis Aster dimana isinya menghina salah satu suku terkait peristiwa pengeroyokan warga Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur oleh oknum warga PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) cabang Kotim beberapa waktu lalu.

“Pelaku AS tidak terima terhadap status salah satu warganet di facebook yang menginginkan PSHT dibubarkan dan pelaku pengeroyokan dikeluarkan dari PSHT,” ungkap Hendra.

BACA JUGA :  JAYA S MONONG SEMAT SATYA LENCANA UNTUK POLISI

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini sudah ditahan di Ruang Tahanan Polda Kalteng dan pelaku akan dikenakan pasal 45 ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transakai Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun atau denda paling banyak Rp 1 milyar. (AJN/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *