DUA POSKO STERILISASI DI PERBATASAN MULAI OPERASIONAL

oleh -28 views

KUALA KURUN, 1/4/2020 (Dayak News). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) telah mengoperasionalkan posko sterilisasi yang digunakan oleh tim gugus tugas, dalam melakukan pencegahan penyebaran virus korona atau covid-19. Posko itu dibangun di dua pintu masuk akses darat wilayah Kabupaten Gumas.

”Dua posko yang sudah operasional berada di wilayah perbatasan, yakni di Desa Takaras, Kecamatan Manuhing yang berbatasan dengan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan, serta di Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang yang berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, Rabu (1/4).

Beberapa waktu lalu, sebenarnya akan dibangun tiga posko, dimana satu posko dibangun di pertigaan Kuala Kurun-Sei Hanyo yang berbatasan dengan Kabupaten Kapuas dan Murung Raya. Namun setelah dievaluasi, ternyata tidak perlu lagi dibangun posko di pertigaan tersebut.

”Kami tidak membangun posko sterilisasi di pertigaan Kuala Kurun-Sei Hanyo, karena Kabupaten Kapuas dan Murung Raya juga sudah membangun posko yang sama, sehingga posko di pertigaan itu tidak perlu lagi,” ujarnya.

Di posko tersebut, lanjut dia, semua pendatang yang masuk wilayah Kabupaten Gumas akan diberhentikan. Mereka diperiksa dan didata untuk mengetahui kondisi kesehatannya, sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencegahan penyebaran virus korona atau covid-19, seperti mencuci tangan pakai sabun, dicek suhu tubuh, dan masuk bilik penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi.

”Jadi di posko itu, seluruh pendatang dari daerah lain yang masuk ke wilayah Kabupaten Gumas akan diberhentikan dan diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Sedangkan masyarakat yang akan keluar dari Kabupaten Gumas tidak dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dia mengakui, pengoperasionalan posko sterilisasi hanya sampai pukul 17.00 WIB. Hal ini dikarenakan, kalau malam hari para pendatang sudah berkurang untuk masuk wilayah Kabupaten Gumas, dan ditambah dengan keterbatasan personil.

BACA JUGA :  TABRAKAN MAUT, PEJABAT DIKNAS BARTIM TEWAS

”Ini tentu akan kami evaluasi kembali. Apakah perlu ditambahkan jamnya atau seperti apa. Yang pasti dalam beberapa hari kedepan, kami akan melihat apa saja kekurangan dalam operasional posko ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam operasional posko tersebut, ada didapati dua orang pendatang yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celcius. Mereka langsung didata dan ditangani lebih lanjut.

”Itulah fungsinya posko sterilisasi ini. Kita dapat melakukan deteksi dini dan upaya pencegahan penyebaran virus korona,” pungkasnya.(DAS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *