AYO, WARGA KALTENG JANGAN KENDOR PERANGI COVID-19

oleh -122 views
AYO, WARGA KALTENG JANGAN KENDOR PERANGI COVID-19 1

Palangka Raya, 14/5/2020 (Dayak News). Secara payung hukum yang telah melaksanakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), baru di Daerah Kota Palangka Raya.

Ibukota Provinsi Kalteng ini pemegang angka paling tinggi di 14 Kabupaten/ Kota yang semua sudah berada dalam zona merah terkonfirmasi positif sebanyak 57 orang dari angka sejumlah 223 orang.

Sesuai data diperoleh Dayak News dari Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Kamis, 14/5/2020 hingga jam 12.00 Wib menunjukan kondisi yang agak mengembirakan tentang penanganan covid-19.

Khusus untuk hari Kamis, 14 Mei 2020 angka nol penambahan terkonfirmasi positif di Provinsi dengan sebutan Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalteng.

Bahkan dihari yang sama angka pasien sembuh mengembirakan terdapat 10 orang, yakni di Kota Palangka Raya 5 orang, Barito Timur 2 orang dan Kapuas, Pulang Pisau dan Barito Selatan masing- masing satu orang.

AYO, WARGA KALTENG JANGAN KENDOR PERANGI COVID-19 2

Salah satu dokter di Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya dalam percakapan dengan Dayak News mengatakan, bertambah jumlah pasien sembuh cukup tinggi sejumlah 81 orang berpengaruhnya sebagai motivasi bagi para dokter dan petawat.

Dikatakan, tenaga mesis dan para medis itu juga manusia yang tidak lepas dari was-was. Tapi dengan melihat pasien sembuh akan semakin menambah semangat memberikan pelayanan lagi.

“Banyak pasien sembuh terasa pengaruhnya untuk terus termotivasi. Tolong kepada aparat dan masyarajat jangan kendor gotong royong dan bahu membahu sesuai anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai corona di Kalteng. Yakin dengan terus disiplin, Kalteng akan menang memerangi corona,” ucap dokter masih berusia muda ini.

Dia berharap pasien masih dalam petawatan di Kalteng saat ini sebanyak 131.Angka itu diharapkan terus berkurang.Tidak kalah pentingnya jangan sampai bertambah korban meninggal pasien covid-19. Sebanyak 11 orang meninggal sudah cukup banyak dan jangan sampai bertambah lagi. Sehubungan hal itu perlu dukungan doa dari semua masyarakat Kalteng.(Hms/Den).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *