BANYAK KEGIATAN PROYEK PEMBANGUNAN TERTUNDA DI KALBAR

oleh -20 views
BANYAK KEGIATAN PROYEK PEMBANGUNAN TERTUNDA DI KALBAR 1

PONTIANAK, 29/10/19 (Dayak News). Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, untuk tahun anggaran 2019 ini banyak kegiatan proyek pembangunan yang tertunda. Akibatnya Pemprov Kalbar mengalami kerugian cukup besar, khususnya dalam hal harga barang.

Oleh sebab itu yang harus dilaksanakan sekarang ini semua perencanaan harus segera ditender dan segera diselesaikan dalam tahun ini. Sehingga pada tahun 2020 semuanya tinggal melaksanakan tender fisik dan pelaksanaan pembangunan.

Hal itu dikatakan Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada wartawan Selasa (30/10).

Ia mengatakan, akibat keterlambatan yang terjadi sekarang ini, akhirnya banyak kegiatan atau proyek pembangunan yang ditunda karena tidak mengejar waktu dan lambat saat pengerjaan. Beberapa kegiatan proyek yang tertunda seperti proyek pembangunan Diklat, SMK Sambas , SMA Mempawah, halaman kantor Gubernur, pagar kantor Gubernur dan juga halaman rumah jabatan Gubernur.

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab tender dan pelaksanaan pembangunan lambat. Seperti diketahui ada beberapa kegiatan pekerjaan yang harus ditender ulang bahkan ada yang tender sampai tiga kali.

Melihat kondisi seperti ini, Pemerintah Provinsi Kalbar merasa dirugikan karena harga satuannya sudah naik pada tahun depan atau saat pelaksanaan pembangnan. Misalnya kenaikan harga tahun depan mencapai 7 persen saja, maka kenaikannya sudah cukup besar.

Misalnya proyek pembangunan dengan anggaran Rp 100 miliar maka kerugiannya sudah mencapai Rp 7 miliar akibat kenaikan harga barang. .

Ia menambahkan, kemungkinan besar faktor penyebab keterlambatan ini biasanya perusahaan hanya ikut tender dan hanya minta uang mundur. Selain itu, juga banyak oknum atau pengusaha yang hanya meminjam perusahaan untuk ikut tender.

Pada hal sebenarnya mereka tidak memiliki modal dan keahlian dalam bidang pembangunan. Artinya perusahaan itu hanya ingin mengacau tender dan hanya bermaksud meminta uang mundur.

Sementara pemilik perusahaan yang serius dan memiliki modal dan keahlian menjadi sulit untuk mengikuti tender dan akibatnya tender menjadi gagal atau harus diulang.[SOS/BBU].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *