COVID-19 BERDAMPAK PEBISNIS PETI MAYAT PANEN

oleh -123 views
COVID-19 BERDAMPAK PEBISNIS PETI MAYAT PANEN 1
PETI MATI - Tampak peti mati berjejer disiapkan untuk melayani korban covid-19 yang angkanya masih tinggi di Palangka Raya, Kalteng.(Foto/Ajen).

Palangka Raya, 15/6/2020 (Dayak News). Pengusaha lokal yang bergelut dibidang pembuatan peti mati mayat di Palangka Raya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam tiga bulan bulan terakhir ini atau selama masa pandemi virus Corona mendapatkan pesanan pembuatan yang meningkat.

Seperti yang terlihat disalah satu tempat usaha pembuatan Peti Mati dan Pelayanan Duka Tabitha yang beralamat dijalan Kinibalu Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.

Disini, hampir setiap hari kita akan disuguhkan pemandangan jejeran puluhan Peti Mati Standar Khusus untuk korban meninggal dunia penderita yang terpapar Covid19 dipesan pihak Pemerintah melalui Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus.

“Sekitar 3-4 bulan ini kita terima orderan untuk pembuatan Peti Mati Khusus bagi penderita virus Corona yang meninggal dunia,” ungkap Yosy Pemilik dari Tabitha Peti Mati dan Pelayanan Duka.

Yosy menceritakan, bahwa usaha peti mati yang dipimpinnya selama adanya pandemi virus corona ini ditunjuk untuk menyediakan Peti Mati Standar Covid19.

Dijelaskan yosy, kriteria peti mati yang mana disebut standar khusus untuk penderita virus corona yang meninggal dunia yaitu peti mati harus benar-benar rapat tidak ada rembesan apapun keluar seperti cairan korban meninggal yang terkena covid19 dari dalam peti dan diberikan alumunium shield sebagai syarat utamanya. Di Palangka Raya ditempatnyalah dipercayakan untuk membuat peti mati tersebut.

“Ya bersyukur masih diberikan kepercayaan untuk bisa melayani masyarakat ditengah pandemi ini yang semakin hari semakin meningkat kasusnya, meskipun beda cara melayaninya tidak seperti biasa karena adanya protokol kesehatan,”tegas Uchi panggilan sehari-hari Yosy.

Sementara itu, Abas yang merupakan Kepala Tukang mengatakan, tiga hari sekali dia dan beberapa rekannya harus menyelesaikan minimal 10 peti mati khusus penderita virus corona yang meninggal dunia.

“Kalo dihitung nah ada 3-4 bulan ini 100 lebih peti mati yang kami buat mas, semua untuk memenuhi stok permintaan dari pemerintah,” pungkas Abas sambil bekerja. (AJN/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *