KALTENG GELAR RAKOR PILKADA SERENTAK TAHUN 2020

oleh -34 views
KALTENG GELAR RAKOR PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 1

Palangka Raya, 19/7/2020 (Dayak News). Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mendampingi Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah, yang bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Palangka Raya, Minggu (19/7/2020).

Pada kegiatan Rakor tersebut Mendagri didampingi oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik, Plt. Direktur Jenderal Keuangan Daerah Dr. Moch. Ardian, Direktur Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Dr. Syafrizal ZA, dan Plt. Direktur Politik & Pemerintahan Umum Dr. Bahtiar.

Gubernur Sugianto Sabran menyebutkan di awal paparannya, “Pada tahun 2020 ini bersama-sama dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Kalimantan Tengah akan menyelenggarakan Pilkada Serentak yaitu untuk pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur”.

Dalam rangka penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kabupaten Kotim) Tahun 2020, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) untuk persiapan menghadapi Pilkada tersebut.

Sebagai langkah awal, telah disebutkan Gubernur Sugianto Sabran bahwa pada tanggal 8 Juli 2020 lalu Pemprov Kalteng telah melakukan penyerahan dana berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) 100% kepada KPU, Bawaslu dan unsur pengamanan sebesar ± 390,8 Miliar. “Hal ini dilakukan akibat terjadinya pandemi COVID-19 sehingga selanjutnya dilakukan penyesuaian/ penambahan anggaran dari dana APBD untuk pihak keamanan”, imbuhnya.

Selain itu, langkah-langkah selanjutnya yang juga disebutkan Gubernur Sugianto antara lain: membentuk Desk Pilkada Provinsi dan Kabupaten/Kota dan menyediakan anggaran untuk operasional Desk secara proporsional; melaksanakan sosialisasi pilkada baik secara daring/online, sosialisasi langsung maupun penyebaran leaflet, spanduk, baliho untuk dapat menjangkau daerah yang masuk blankspot area; melakukan refocusing anggaran semua kegiatan guna mengedepankan protokol kesehatan termasuk setiap tahapan pilkada; berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten/Kota; menyiapkan aplikasi guna mendukung kelancaran penghimpunan data hasil Pilkada (Web dan Aplikasi Desk Pilkada); serta berkoordinasi dengan pihak keamanan dan berupaya mengantisipasi penyebaran isu sara, hoax maupun ujaran kebencian melalui sosial media.

“Di masa pandemi ini memang sangat diperlukan langkah-langkah inovasi dan kreatif supaya mengantisipasi penurunan angka partisipan pemilih”, beber Sugianto Sabran.

Gubernur Sugianto juga menyebutkan di hadapan Mendagri, “Dalam rangka persiapan pilkada serentak tahun 2020 terdapat beberapa kendala yang kami hadapi”.

Gubernur memaparkan bahwa pertama, kondisi geografis Prov. Kalteng yang luas disertai penduduk yang terpencar dan beberapa daerah masih belum terjangkau infrastruktur yang memadai. Kedua, Kalteng termasuk daerah yang berisiko tinggi dalam persebaran Covid-19, sehingga pelaksanaan pilkada tahun 2020 sangat harus memperhatikan protokol kesehatan. Ketiga, terdapat wilayah yang masuk blankspot area yang dapat menjadi kendala dalam penyampaian informasi secara cepat dan tepat.(Pr/Hms/Den).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *