KECELAKAAN MAUT TRUK CPO MAKAN KORBAN JIWA DI KUBAR

oleh -
oleh
KECELAKAAN MAUT TRUK CPO MAKAN KORBAN JIWA DI KUBAR 1

KUTAI BARAT, 3/11/2019 ( DAYAK NEWS ). Sejumlah pihak meminta pemerintah dan instansi terkait, agar segera bersikap tegas terkait kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di jalan poros Trans Kalimantan, tepatnya di Gunung Odakng, antara truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) milik PT Ketapang Agro Lestari dengan mobil penumpang jenis Xenia yang dikemudikan oleh Zainudin (Din), warga Kampung Jelmu Sibak, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, Rabu siang (30/10).

Kejadian kecelakaan maut tersebut mengakibatkan jatuhnya korban Zainudin (Din) meninggal dunia dan anak serta istri korban, mengalami luka parah. Hal ini sangat disesalkan sejumlah pihak, diantaranya Ketua Kerukunan Keluarga Dayak Bentian (KKDB) dan Bendahara DPC Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kubar pun angkat bicara.

Ketua KKDB, Wandi, mengatakan pihaknya berharap sikap tegas pemerintah terhadap perusahaan yang menggunakan jalan umum dalam operasional diwilayah Kecamatan Bentian Besar.

Dari informasi yang kami kumpulkan bahwa minyak mentah sawit (CPO) tersebut milik PT Ketapang Agro Lestari. Sedangkan truk pengangkut CPO yang mengalami celaka itu merupakan milik kontraktor PT KAL, yaitu PT Putra Jaya Mandiri, ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (2/11).

“Ia juga menegaskan, bahwa KKDB berharap pihak perusahaan untuk bertanggung jawab penuh, terhadap kejadian ini. Menurutnya, seharusnya akses umum masyarakat tidak boleh digunakan oleh perusahaan sebagai jalan operasionalnya.”

“Dijelaskan nya bahwa dalam Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 10/2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus, bahwa kegiatan pengangkutan batu bara dan kelapa sawit tidak boleh melintasi jalan umum.”

“Hal ini perkuat dengan Pergub Kaltim Nomor 43 tahun 2013 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan jalan umum dan jalan khusus untuk kegiatan pengangkutan batu bara dan kelapa sawit,” tambahnya.

Sebagai Ketua KKDB Kaltim, saya meminta ketegasan pemerintah dan instansi terkait dalam menyikapi hal ini, jika hal ini masih terus dibiarkan, truk pengangkut CPO dan tandan buah sawit segar (TBS) berseliweran diakses jalan Trans Kalimantan, maka setiap hari keselamatan warga dijalan itu selalu terancam.

“Dia juga menyampaikan ada dugaan kami tentang izin operasional perusahaan tersebut tidak jelas. Karena kami tidak pernah melihat wujud izin operasional yang mereka kantongi dan termasuk prosedur keselamatan kerja (K3) mereka apakah ada atau tidak,” tegas Wandi.

Maka oleh sebab itu saya atas nama pribadi dan KKDB berharap pemerintah beserta instansi terkait untuk bersikap tegas dalam menyikapi kejadian kecelakaan maut tersebut, yang telah memakan korban jiwa. Dan ini perlu dilakukan investigasi khusus, pungkasnya.

Menurut Bendahara DPC Gerdayak Kubar Marsinius, mengharapakan pemerintah dan instansi terkait, perlu mengambil langkah tegas terhadap kasus tersebut. Menurutnya, terkait insiden maut itu, warga Kecamatan Bentian Besar telah melakukan aksi damai dengan memberikan pernyataan tegas dan terakhir.

“Kepada para operator truk maupun penyedia jasa angkutan CPO, TBS, dan sejenisnya. Agar kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali,” katanya melalui pesan WhatsApp (WA) kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Kubar, Iptu Edo Damara Yudha yang dikonfirmasi media, belum bersedia memberikan keterangan.(Dayak News/JHY/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.