MENHUB: FOOD ESTATE DI KALTENG ANTISIPASI KRISIS PANGAN AKIBAT COVID-19

oleh -20 views
MENHUB: FOOD ESTATE DI KALTENG ANTISIPASI KRISIS PANGAN AKIBAT COVID-19 1
(FOTO : IST/BKIP KEMENHUB)

Palangka Raya, 20/10/2020 (Dayak News) – Kawasan Food Estate atau lumbung pangan nasional yang dijalankan di Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan antisipasi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Kesiapan program ini dari aspek transportasi dipantau langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya.

Pada kunjungan kerjanya ke Palangka Raya bersama Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan sejumlah Dirjen di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (20/10/2020), Budi Karya mengingatkan kembali fungsi strategis program ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Gubernur Kalteng Habib Ismail, menhub menyebut Food Estate menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tentang potensi krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

Di program ini, pengembangan produksi pangan dilakukan secara terintegrasi, di antaranya mencakup kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.

Dua wilayah di Kalteng, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau dipilih sebagai lokasi karena memiliki 165.000 hektare lahan yang potensial dikembangkan sebagai kawasan lumbung pangan nasional tersebut.

Di lahan tersebut akan ditanami dengan berbagai komoditi seperti padi, kelapa, bawang merah, serta peternakan seperti ikan dan itik.

Menhub mengatakan, kehadirannya di Kalteng kali ini untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan regulasi transportasi untuk distribusi logistik kawasan lumbung pangan nasional tersebut.

“Kami akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut dan penyeberangan. Saya berharap dapat tercipta integrasi yang baik dengan simpul-simpul produksi pertanian seperti di Kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kalimantan Tengah ini,” ujar Budi.

Ditambahkannya, dukungan distribusi logistik dilakukan Kemenhub itu di antaranya, meningkatkan efisiensi biaya logistik dengan membangun dan mengelola kinerja pelabuhan, pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri, memberikan subsidi muatan kepada pengangkut logistik bahan pangan, membuka 28 rute jembatan udara untuk menjamin rantai pasok barang kebutuhan pokok dan barang penting, mendukung jaringan transportasi terhadap simpul Sub Terminal Agribisnis (STA) ke lokasi tujuan pemasaran, dan memberikan insentif pajak usaha jasa angkutan barang yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada sektor transportasi udara, selain membuka 28 rute jembatan udara guna mendukung kelancaran distribusi logistik bahan pangan, Kemenhub juga melakukan pengembangan dua bandar udara, yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Lokasi Food Estate sendiri berjarak sekitar 90 km dari Bandara Tjilik Riwut atau ditempuh sekitar 2 jam melalui transportasi darat, serta berjarak sekitar 130 km dari Bandara Syamsudin Noor atau sekitar 3 jam melalui transportasi darat. “Angkutan logistik dari Bandara Tjilik Riwut dan Syamsudin Noor akan terhubung dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan akan terhubung juga dengan 135 kota di seluruh Indonesia,” tandasnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *