NOMOR SATU TNI/POLRI MASUK BAGIAN MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK

oleh -77 views

Palangka Raya, Dayak News.

Orang nomor satu di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonenesia (Polri) sudah secara resmi masuk bagian dari masyarakat hukum adat Dayak.

Pengakuan itu ditandai dengan telah secara resmi kedua pucuk pimpinan TNI/Polri menerima Gelar Adat Dayak dalam safari bersama kedua Jenderal Bintang Empat itu ke Palangka Raya, Kamis (26/4/2018).

Pengakuan Panglima TNI dan Kapolri sebagai bagian dari masyarakat hukum adat secara tegas disebutkan dalam surat keputusan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Nomor 17/IV/DAD/2018, ditandatangani oleh Ketua DAD Kalteng H.Agustiar Sabran,S.Kom.

Penganugerahan Gelar Adat Dayak untuk Panglima TNI dan Kapolri dilakukan di VIP Room Bandara Cilik Riwut Palangka Raya. Acara secara serimonial berlangsung khidmat.

Ketua Umum DAD Kalteng H.Agustiar Sabran,S.Kom dalam pemberian gelar didampingi langsung Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran, anggota DAD, para Damang, tokoh masyarakat dan tokoh Agama.

Gelar Adat Dayak untuk Kapolri diberi nama, ” Mantir Hai Panambahan Antang Randan Karambang Pulau Mandereh Danum Hambalat Nusa Hapantai Tambun,”yang artinya warga kehormatan masyarakat Dayak, orang yang gagah berani, mampu menjaga ketertiban dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesis.

Sementara gelar adat Dayak untuk Panglima TNI,” Mantir Hai Panambahan Antang Randan Karambang Pulau Mandereh Danum Hambalat Nusa Hapamantai Tambun Tisan Mandui Asep Sandawa Laut Nyaruntai Paluru Barantai, ” artinya warga kehormatan masyarakat Dayak, orang yang gagah berani, mampu menjaga pertahanan keamanan Negara Kesatuan Republik

Dalam pemberian gelar adat Dayak, posisi Panglima TNI dan Kapolri menghadap Ketua DAD dan semua anggota Dewan Adat, Damang, Tokoh masyarakat serta tokoh Agama. Sebelah kanan PJU Kodam dan Korem serta sebelah kiri PJU Polda Kalteng.

BACA JUGA :  SATPOL PP KATINGAN GREBEK EMPAT PELAJAR PESTA MIRAS

Sebelah kanan depan Forkominda serta sebelah kiri rombongan tamu. Acara penganugerahan adat ditandai dengan pemakaian Topi Zirah dan pemasangan Mandau. Diakhiri pemberian ucapan selamat serta foto bersama. (Dayak News/BBU).