H-1 PELANTIKAN PRESIDEN PEMILIK SENPI ILEGAL DIAMANKAN DI KALBAR

oleh -20 views
H-1 PELANTIKAN PRESIDEN PEMILIK SENPI ILEGAL DIAMANKAN DI KALBAR 1

PONTIANAK, 22/10/19 (Dayak News). Satu hari sebelum pelantikan Presiden RI, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar mengungkap tindak pidana kepemilikan senjata api illegal beserta amunisnya. Salah seorang tersanka Yusuf diketahui berada di Jakarta dan ikut demo saat aksi unjuk rasa dibawaslu pada Mei lalu.

Hal ini diungkap Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah saat Konferensi Pers bersama awak media dengan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go kepada wartawan Selasa ( 22/10).

Kombes Pol Veris Septiansyah Direktur Reskrimum Polda Kalbar menatakan, pengungkapan kasus ini diawali adanya informasi dari masyarakat tentang kepemilikan senajata api. Selain itu juga adanya beberapa kejadian menonjol yang sering kali menggunakan alat alat yang mengancam jiwa manusia.

Sehingga pihak kepolisian perlu untuk melakukan pengungkapan khusus mengenai keberadaan senjata api baik pabrikan maupun rakitan dikalangan masyarakat.

Selain itu pengungkapan kasus ini juga dalam rangka cipta kondisi di wilayah Provinsi Kalbar untuk mewujudkan situasi yang kondusif menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Hasil penyelidikan yang dilakukan tim Resmob Polda Kalbar, pada tanggal 18 dan 19 Oktober, tim Resmob mendapatkan informasi terkait keberadaan salah seorang masyarakat Pontianak yang menyimpan senjata api illegal berserta amunisinya. Selama dua hari itu tim bekerja untuk mengetahui dan berhasil mengungkap kepemilikan senjata api illegal dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan Perdana dan berhasil mengamankan seorang tersangka SMS alias Yusuf.

Selain mengamankan seorang tersangka, aparat juga mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver caliber 38, satu pucuk revolver berkaliber 22, satu pucuk laras pendek jenis pistol caliber 9 mm, satu pucuk senjata api laras panjang, dua pucuk senapan angin, ratusan amunisi dengan berbagai macam caliber, katapel, body armor, handy talky (HT) hingga batu.

Saat ini Yusuf sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api illegal. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka ada beberapa senpi yang pabrikan dan dibeli online dan ada juga yang dirakit sendiri oleh tersangka.

Selain itu saat terjadinya aksi unjuk rasa terhadap Pilpres di bawaslu pada Mei lalu, tersangka berada di Jakarta dan berada ditengah tenggah massa atau berada di Bawaslu. Namun dikatakan bahwa dirinya bermaksud untuk pulang ke Ponianak namun terjebak di kerumunan massa yang sedang berunjuk rasa.

Selanjutnya terhadap terangka SMS alias Yusuf terancam dikenakan pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951.(Dayak News/SOS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *