IKRAR RAKYAT DAYAK MENERIMA PEMINDAHAN IBUKOTA RI KE KALIMANTAN

oleh -611 views

Palangka Raya, 25/7/19 (Dayak News). Sejumlah tokoh adat Dayak se-Kalimantan, akademisi dan masyarakat biasa menyatakan ikrar menerima pemindahan ibukota Republik Indonesia (RI) ke Pulau Kalimantan.

Pernyataan ikrar itu dibacakan di Tugu Pemancangan Tiang Pertama berdirinya Kota Palangka Raya, Jl. Jend. S. Parman, Palangka Raya, Kamis (25/7/19).

Kedatangan tokoh-tokoh adat Dayak dari Kalimantan Timur, Utara, Selatan dan Barat, Sarawak, Sabah dan Brunei itu sesudah mengikuti acara Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi, 1894 di Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Kalteng, beberapa hari lalu.

Beberapa pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, seperti Dagut Junas, Demut Anggen, Martin Ludjen, Thoeseng Assang, DR. Elia Embang, Prof. Danes Jayanegara dan juga sesepuh adat Dayak, Sabran Ahmad hadir pada momen ini.

Selain itu hadir pula perwakilan tokoh adat dari seluruh Indonesia dan juga dari luar negeri, seperti ibu Lomon dan suaminya, yang berasal dari Madagaskar, Afrika. Mereka hadir sebagai undangan dari Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang menggagas acara napak tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi tersebut. Sebagaimana diketahui, pada tahun 1894, seluruh orang Dayak melakukan Rapat di Tumbang Anoi, guna mengakhiri sengketa adat di antara mereka selama sekian ratus tahun. Itulah sebabnya perjanjian itu yang dinapak-tilasi.

Dalam keterangannya sesudah menandatangani ikrar, Thoeseng Assang, yang adalah seorang tokoh adat Dayak dari Kabupaten Katingan dan juga selaku Ketua Komisi Ombudsman RI Perwakilan Kalteng, menyebutkan bahwa rencana pemindahan ibukota RI ini perlu disikapi dengan gembira. Sebagai masyarakat Dayak, tentu rencana ini harus diterima sebagai suatu berkah. Hanya yang penting, kita harus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah, agar tidak menjadi tertinggal justru karena sudah ada di pusat negara nantinya.

BACA JUGA :  BATAMAD SIAP DUKUNG KEPEMIMPINAN BUPATI TERPILIH GUMAS

Secara khusus Thoeseng meminta agar masyarakat Dayak menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang tangguh dan bermutu, sehingga ke depan akan menjadi para pemain utama di ibukota. Marilah kita ambil kesempatan ini guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri kita. Jangan merasa rendah diri, tapi tunjukkan sikap hidup Dayak yang mamut (berani), meteng (pelopor), pintar, harati (cerdas).

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), DR. Elia Embang, menambahkan bahwa ikrar ini akan diserahkan kepada pemerintah pusat di Jakarta, sebagai bagian dari dokumen yang dibutuhkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Bappenas. Agar kiranya mereka memiliki gambaran sikap masyarakat bagaimana dengan rencana pemindahan ibukota itu. (Dayak News/CPS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *