JOHN CHEN: TAIWAN BUKAN BAGIAN DARI CHINA

oleh -4 views
Representatif TETO John Chen

Palangka Raya, 16/10/19 (Dayak News). Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen menegaskan, Taiwan bukan bagian dari China. China tidak memiliki hak untuk mewakili Taiwan dalam berbagai kegiatan tingkat regional dan internasional.

“Hanya pemerintah yang dipilih 23 juta orang Taiwan dalam demokrasi itu yang mewakili Taiwan dalam berbagai pertemuan tingkat dunia termasuk, termasuk di orgnisasi Interpol,” katanya dalam siaran pers yang diterima Rabu (16/10/2019).

Taiwan berhak hadir dan bertukar pikiran serta bekerja sama dengan interpol, dan negara-negara di seluruh dunia dalam hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan kejahatan lintas negara.

Komisaris Huang mengatakan, Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Kantor Divisi Narkoba dan Kejahatan PBB bersama Interpol karena faktor politik, terutama tidak bisa memperoleh informasi mengenai “I-24/7 Sistem Komunikasi Polisi Global” serta “database Dokumen Perjalanan (SLTD) mengenai pencurian dan kehilangan”. 

Huang mengatakan, Taiwan juga sulit untuk berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, yang akan menjadi celah utama dalam jaringan pertahanan bersama anti-narkoba, keamanan dan jaringan pertahan anti-terorisme global.

Komisaris Huang menyebutkan, bahkan di bawah kondisi yang sulit seperti ini, polisi Taiwan tetap berusaha memerangi kejahatan lintas negara, juga bisa berhasil memecahkan banyak kasus kejahatan internasional.   

Namun, meskipun Taiwan secara aktif mencari informasi kejahatan terbaru melalui saluran bilateral, masih ada banyak negara yang tidak mau bekerja sama karena pertimbangan politik. 

Misalnya, pada tahun 2017, unit kepolisian Taiwan mengirimkan 130 permintaan untuk berbagi informasi dan bantuan ke negara-negara terkait, ternyata hanya menerima 46 tanggapan. 

Hanya dengan berpartisipasi dalam Interpol, Taiwan dapat mengatasi rintangan politik, mendapatkan informasi kriminal tepat waktu dan lengkap, menjaga keamanan nasional dan keamanan sosial, dan bekerja sama dengan agen kepolisian global untuk memerangi kejahatan lintas negara.

BACA JUGA :  BULOG KALTENG GELAR OPERASI PASAR CBP

Komisaris Huang mengatakan, kejahatan internasional seperti perdagangan narkoba sering kali melibatkan banyak negara dan wilayah, dengan demikian banyak breakpoint investigasi telah dibentuk. 

Kejahatan penipuan jaringan telekomunikasi saat ini telah melintasi batas negara dan menjadi kelompok kriminal antar negara dengan pembagian kerja yang terorganisir dan lengkap.

Negara-negara lain telah mendirikan platform telekomunikasi ilegal (ruang komputer), yang secara curang melalui teknologi jaringan dan transmisi komunikasi untuk meningkatkan kesulitan pelacakan. 

Untuk mengatasi kesulitan dan berbagi pengalaman, ini tergantung pada kerja sama internasional guna melacak sumbernya, blokir jalur pencucian uang dan pendapatan yang ilegal, dan secara menyeluruh membongkar organisasi-organisasi kejahatan internasional, narkoba dan penipuan.

Reprensetative John Chen dan Komisaris Huang bersama-sama menghimbau agar pemeliharaan kebutuhan keamanan global dan keadilan sosial harus berada di atas hambatan geografi, ras, dan politik.

“Marilah mendukung Taiwan sebagai pengamat untuk menghadiri Konferensi tahunan Interpol, dan memungkinkan Taiwan berpartisipasi di Kantor Divisi Narkoba dan Kejahatan PBB serta Interpol, untuk mengikuti berbagai konferensi dan kegiatan pelatihan,” katanya.

Taiwan juga dapat berpartisipasi di berbagai acara internasional sekaligus menyuarakan dukungan Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional.(Dayak News/Den/sky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *