75 BINTARA POLDA KALBAR LOLOS SELEKSI PENDIDIKAN AHLI GOLONGAN

oleh -
oleh
75 BINTARA POLDA KALBAR LOLOS SELEKSI PENDIDIKAN AHLI GOLONGAN 1

PONTIANAK, 8/10/19 (Dayak News). Sebanyak 75 Bintara Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan Ahli Golongan. Mereka dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan setelah mengikuti serangkaian tes seleksi Pendidikan Alih Golongan dan dinyatakan lulus.

Ha itu dikatakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haroyono kepada wartawan Selasa (8/10).

Ia mengatakan, saat dibuka pendaftaran jumlah yang mendaftar sejumlah 157 personil.

Selanjutnya dilakukan seleksi dan tersisa 85 personel yang terdiri dari 84 personel Polisi laki laki (polka) dan 1 personel polwan.

Seleksi dilakukan mulai dari seleksi tingkat panda Polda Kalbar untuk program pendidikan alih golongan dari Bintara ke Perwira Polri T.A. 2019.

Selanjutnya mereka mengikuti sidang penetapan kelulusan, sehingga ditetapkan 75 personil dinyatakan lulus.Sedangkan 10 orang lainnya gagal.

Terhadap personil yang belum lulus diharapkan agar tidak berkecil hati namun harus tetap semangat dan terus mempersiapkan diri untuk seleksi tahun depan. Sehingga diharapkan pada seleksi tahun depan dapat mengikuti seleksi lagi dan dapat dinyatakan lulus.

Ia menambahkan, salah satu upaya dalam mewujudkan SDM Polri yang berkualitas melalui pendidikan alih golongan.

Dimana pendidikan ini diharapkan dapat dihasilkan “output” perwira polri yang profesional, modern, dan terpercaya serta mampu bertindak sebagai penyelia tingkat pertama (first line supervisor).

Yaitu untuk melaksanakan tugas sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dikatakan demikian karena penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ini merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan upaya pembinaan SDM Polri.

Dimana melalui optimalisasi seluruh komponen pendidikan, disertai desain kurikulum berbasis kompetensi diharapkan dapat tercipta personel polri yang berkualitas pada aspek afektif, kognitif serta psikomotorik.

BACA JUGA :  APARAT AMANKAN NARKOBA SABU 25 KILOGRAM DARI MALAYSIA

Profesionalisme polri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aspek kompetensi yang akan dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Oleh karena itu, tugas, fungsi, dan peran lembaga pendidikan dan pelatihan polri sangat penting untuk merumuskan kebijakan pendidikan dan pelatihan dalam menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis.

Selanjutnya proses rekrutmen anggota polri, saat ini telah dilaksanakan dengan prinsip “betah” . Yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta clear and clean artinya bersih dan tanpa masalah. [SOS/BBU]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.