KABUT ASAP SEMAKIN TEBAL LIBUR SEKOLAH DIPERPANJANG DI KALBAR

oleh -
oleh
KABUT ASAP SEMAKIN TEBAL LIBUR SEKOLAH DIPERPANJANG DI KALBAR 1

PONTIANAK, 16/9/19 (Dayak News). Dua hari terakhir ini kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya tanpak semakin tebal. Kondisi itu mengakibatkan libur sekolah di Kota Pontianak dan di beberapa kabupaten lainnya di perpanjang.

Pada minggu lalu, akibat kabut asap sekolah atau aktifitas belajar mengajar mulai dari tingkat PAUD hingga SMU sudah diliburkan hingga Sabtu kemarin. Namun hingga hari ini Senin (16/9/19) kondisi kabut asap tanpak semakin tebal dan pekat.

Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal ini, Pemerintah Provinsi Kalbar memutuskan libur sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMU dan SMK diperpanjang hingga hari Kamis (19/9/19).

Selanjutnya masuk kembali seperti biasa pada hari kamis (19/9/19).

Hal itu dikatakan kepala Dinas Pendidikan Pemprov kabar Suprianus Herman kepada wartawan Senin (16/9/19).

Ia mengatakan, melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal seperti sekarang ini Gubernur Kalbar telah memberikan arahan yaitu agar libur sekolah diperpanjang.

Dimana sebelumnya libur hingga Sabtu kemarin, namun karena kondisi kabut asap ini belum membaik maka libur sekolah langsung diperpanjang hingga hari Rabu.

Selanjutnya diharapkan kepada siswa untuk belajar di rumah dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Hal ini penting karena kondisi kabut asap tanpak sangat tebal dan sudah mulai membahayakan.

Sementara itu Siti (48) seorang petani pemilik lahan di Desa Madani Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengatakan, pihaknya melakukan pembakaran karena diperkirakan dalam waktu dekat sudah turun hujan.

Atas dasar itu, maka pihaknya membersihkan lahan dengan cara membakar.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan pembersihan lahan yaitu untuk keperluan menanam jagung. Pembersihan lahan dengan cara membakar ini dilakukan yaitu karena hemat biaya dan cukup efektif.

BACA JUGA :  TAHUN 2025 SEMUA LAHAN HARUS SUDAH BERSERTIFIKAT

Dikatakan efektif karena dalam waktu kurang lebih satu jama lahan sekitar satu hektar sudah langsung bersih dan tanah hasil bakaran ini menjadi lebih subur. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat lahannya sudah dapat dimanfaatkan.

Selain itu pembersihan lahan dengan cara membakar termasuk hemat biaya karena tidak perlu banyak tenaga dan upah untuk membakar. Artinya pada saat melakukan pembakaran hanya memerlukan satu atau dua sudah cukup.

Ia menambahkan, pihaknya melakukan pembakaran tetap dijaga sehingga tidak merembet atau menjalar ke lahan milik orang lain. Artinya pihaknya menyiapkan ember dan air untuk menyiram ketika apinya sudah merembet ke daerah atau ke lahan milik orang lain.(Dayak News/SOS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.