RITUAL “BUKA MATA” PERAYAAN CAP GO MEH MENGUSIR ROH JAHAT

oleh -35 views
RITUAL "BUKA MATA" PERAYAAN CAP GO MEH MENGUSIR ROH JAHAT 1

PONTIANAK, Sedikitnya 24 “Naga” melaksanakan ritual “Buka Mata” dalam rangka perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak pada Kamis (6/2). Usai ritual buka mata semua “Naga” mulai melaksanakan atraksinya hingga perayaan Cap Go Meh.

Minggu (9/2) semua “Naga” yang melaksanakan ritual buka mata akan dibakar dan kembali ke “Khayangan”.

Hendri Pagestu Lim, Ketua panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Pontianak kepada wartawan Kamis (6/2) mengatakan, pada hari ini tanggal 13 Imlek, sebanyak 24 “naga” dan 20 barong sai melaksanakan secara resmi ritual “Buka Mata “. Ritual “Buka Mata” ini merupakan ritual bagi “Naga” yang akan mengikuti melaksanakan atraksinya pada perayaan Cap Go Meh.

Ia mengatakan, pada dasarnya tidak semua naga yang akan melaksanakan atraksinya saat perayaan Cap Go Meh melaksanakan ritual buka mata di Klenteng. Sebab buka mata itu dapat juga dilaksanakan dirumah, namun harus memiliki “Low Ya” dan yang tidak punya low ya difasilitasi panitia melaksanakan buka mata di Klenteng.

Buka mata itu adalah pembukaan secara resmi perayaan Cap Go Meh yaitu untuk mencari keselamatan pada perayaan Cap Go Meh. Selanjutnya naga akan dibakar selesai perayaan Cap Go Meh.

Naga buka mata yang tidak memiliki “Low Ya” difasilitasi panita untuk melaksanakan buka mata di Klenteng. Jadi tidak semua naga yang melaksanakan buka mata di Klenteng.

RITUAL "BUKA MATA" PERAYAAN CAP GO MEH MENGUSIR ROH JAHAT 2

Jadi pada Kamis (6/2) dilaksanakan ritual naga buka mata untuk sebanyak 24 naga dan 20 ekor barongsai. Untuk ritual naga buka mata hari itu, naga yang terpanjang dari Naga Borneo yang berukuran 85 meter.
Saat pelaksanaan ritual buka mata, seorang dukun yang kemasukan roh “membuka mata naga” dengan menconteng mata replika naga dengan menggunakan cat yang sudah dimantrai. Artinya agar naga itu punya kekuatan untuk membersihkan roh-roh jahat saat pelaksanaan perayaan Cap Go Meh atau saat diarak keliling kota.

Pihaknya mengharapkan perayaan Cap Go Meh ini dapat tetap berlangsung meriah. Dikatakan demikian karena sekarang ini semua negara sedang “dihantui” wabah virus corona. [SOS/BBU].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *