TIDAK DITEMUKANNYA KERUGIAN NEGARA, KASUS KRISTEN CENTER (KC) KUBAR DIHENTIKAN

oleh -287 views
KONFERENSI PERS - Kajari Kubar Wahyu Triantono SH, memberikan keterangan pers didampingi Kasi Pidsus Iswan Noor SH, Kasipidum Andy Bernard Simanjuntak SH MH, Kasi Datun Tri Nurhadi SH MH, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Reyske Salindeho SH, serta Kasubag Pembinaan Saripudin SH, Selasa 21 Juli 2020 di Kantor Kejari Kubar, Sendawar.

KUTAI BARAT, 22/7/2020 ( DAYAK NEWS ). Proyek pembangunan Kristen Center (Christian Center) yang dikerjakan oleh PT. Landas Putra Cahaya Perdana bernomor kontrak: 582/012/P1.07/CK-MY/DPU-KB/XI/2012 dengan menggunakan Anggaran pembangunan sebesar Rp 50.700.400.000 yang bersumber dari APBD Kubar tahun 2012. Berlokasi di kampung Belempung Ulaq Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dan diduga adanya penyalahgunaan anggaran atau tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan rumah ibadah termegah bagi umat kristiani di Kubar ini. Setelah melalui banyak pertimbangan, serta beberapa kali kajian, termasuk keterangan dari saksi ahli.

Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar memutuskan untuk tidak melanjutkan atau menghentikan proses penyidikan (SP3) kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pembangunan Kristen Center (KC).

“Pada penyidikan awal ternyata dokumen tidak lengkap hingga dicurigai adanya kerugian negara. Namun setelah dilakukan kajian lebih mendalam termasuk dengan mengkroscek langsung ke lapangan juga mempelajari dokumen-dokumennya oleh ahli dari Poltek Samarinda Kaltim, tidak menemukan adanya kerugian negara”, ungkap Kajari Kubar Wahyu Triantono SH.

Ditambahkan Kajari bahwa, sudah tiga kali kita lakukan ekspos di Kejati kaltim dan akhirnya kita menyimpulkan perkara ini tidak dapat dilanjutkan, karena tidak ditemukan nya kerugian negara, terang orang nomor satu di Kejaksaan Sendawar ini.

Adapun yang menjadi dasar pertimbangan tidak dilanjutkannya perkara tersebut karena beberapa hal . Di antaranya, setelah dibandingkan dengan bangunan yang serupa lainnya di Kubar (Katolik Center & Islamic Center), yang nilainya kurang lebih sama, ternyata telah sesuai anggaran yang ada.

“Proyek pembangunan ini memang telah dilakukan empat kali addendum. Namun itu semua juga telah memenuhi ketentuan yang berlaku dan semua kita serahkan kepada ahli dalam menghitung kerugian negara.,” tambah Wahyu.

BACA JUGA :  TNI GADUNGAN DI BUNTOK DIAMANKAN

“Perlu kita ketahui bersama bawah keterangan saksi ahli, disebutkan, antara anggaran yang dialokasikan dengan nilai bangunan yang ada telah balance alias sesuai”, lanjutnya.

Untuk diketahui, Kejari Kabupaten Kubar sebelumnya menangani dua perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan infrastruktur di wilayah Kutai Barat dan satu kasus penyalahgunaan anggaran di KPUD Mahulu yang menggunakan sumber dana APBN.

Salah satu perkara lainnya, adalah dugaan penyimpangan anggaran pada proyek pengaspalan jalan poros dari Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang ke Jalan Poros Trans Kalimantan sepanjang 9 kilometer dengan nilai proyek sekitar Rp 25 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) regular tahun 2017.

Untuk perkara Jempang dan , masih berlanjut. Hanya saja, karena sekarang situasi masih dalam masa pandemi covid-19, proses penyidikan agak sedikit terkendala, pungkas Kajari Kubar Wahyu Triantono SH.(JHY/BBU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *