ADB MINTA PEMBALAKAN LIAR DITINDAK TEGAS

oleh -
ADB MINTA PEMBALAKAN LIAR DITINDAK TEGAS 1
Kayu yang diduga illegal diamankan petugas

Palangka Raya (Dayak News) – Lagi-lagi tindak kriminal pembalakan liar dengan pemalsuan dokumen kayu terjadi di wilayah hukum Kalteng.

Koordinator Aliansi Dayak Bersatu (ADB) Kalimantan Tengah, Ingkit Djaper, Kamis (2/9) mendesak agar proses hukum terhadap penangkapan kayu illegal jenis keruing yang dilakukan Tim Patroli Pengamanan Hutan.

Penangkapan yang dilakukan tanggal 19 Agustus 2021, sekitar pukul 23.45 WIB, Jalan Patas, Ampah Kota, Desa Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, diduga kuat menggunakan dokumen palsu.

Truk bermuatan kayu olahan sebanyak 13 M2 milik CV. Prima Sumber Makmur (PSM) yang beroperasi di wilayah Bintang Ninggi, Kabupaten Barito Utara ini dibawa menuju Amuntai, Kalimantan Selatan, diangkut menggunakan nota angkutan dan daftar kayu olahan dengan Surat Angkutan Lelang (SAL) No.004/SAL-KB/III/2021 tersebut disopiri sudara Hasyim bin Syahrul.

Ada indikasi pelanggaran dalam kegiatan pengangkutan dengan nota angkutan tidak sah atau melanggar hukum di NKRI.

“Dokumen yang dibawa oleh sopir merupakan produk industri, namun kenyataannya kayu yang diangkut merupakan produk sirkel/chainsaw. Kayu bukan dari bansaw tetapi berasal dari kawasan hutan yang termasuk dalam wilayah UPT. KPHP Barito Tengah.

“Indikasi tindak pidana sangat jelas dalam penggunaan dokumen yang tidak sah,” kata Ingkit Djaper.

Pelanggaran tindak pidana sudah sangat jelas karena berdasarkan laporan faktual menyatakan bahwa, CV. PSM ini dalam pengawasan Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng dan pihak terkait lainnya sedang tidak operasional atau tidak ada kegiatan. Oleh karena itu maka BPKH wajib untuk melakukan analisa dan menyatakan status kawasan hutan tempat kayu yang telah di tebang tersebut.

ADB MINTA PEMBALAKAN LIAR DITINDAK TEGAS 2

“Dalam hal ini siapa yang menyuruh Hasyim dan siapa Direktur CV. PSM harus juga ditindaklajuti sesuai proses hukum berlaku. Kami mendesak agar Dinas Kehutanan Kalteng menyikapi ini sebagai pintu masuk pengembangan kasus selanjutnya,” kata Ingkit Djaper lebih jauh.

Penuntasan penggunaan dokumen yang tidak sah dan diduga palsu ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Pihaknya berharap KLHK (BPHP) dan POlda Kalteng bersikap proporsional dan professional dalam perihal pemberantasan doikumen-dokumen tidak sah/palsu ini.

Bahwa berdasarkan hasil gelar perkara dugaan tindak pidana kehutanan kasus illegal loging ini dilakukan Sabtu (28/9/21). Hal ini sesuai Laporan Kejadian No. LK.01/DISHUT/PPNS/2021 tanggal 28 Agustus 2021. ADapun gelar perkara ini dipimpin Kepala Bidang Perlindungan Pengamanan Hutan dan Hasil Hutan, PPNS Dishut Kalteng, BPHP Wilayah X, Korwas PPNS, BPPHLHK Wilayah I, Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan dan Pengamanan Hutan, Advokat, Tim Dishut Kalteng dan UPT. KPHP Barito Tengah Unit VI dan VIII.

Berdasarkan informasi lapangan dan rangkaian kronologisnya, saat ini banyak sekali beredar dokumen aspal/tidak sah dari wilayah Barito khususnya Murung Raya dan Barito Utara. Bila hal-hal seperti ini tidak segera ditertibkan dengan reaktif, maka kerugian Negara sangat besar apalagi dalam masa pandemic seperti saat ini.

Asumsinya, apabila dalam waktu 1 (satu) minggu kayu-kayu masak keluar dari Barito Utara 10 truk saja maka kerugian yang kita dapatkan 1 truk memuat asumsi (asumsi 10 m3), @ 1 m3 = Rp. 4.500.000, 10 truk x 10 m3 = 100 m3, jadi Rp. 4.500.000 x 100 m3 = Rp. 450.000.000. PNBP yang tidak terbayar 2 x 100 m3 x PSDH 81.000 = 16.200.000, 2 x 100 m3 x DR 16,5 = 47.850.000 sehingga totalnya Rp64.050.000. Hal ini belum termasuk PPN dan PPH yang harus masuk ke kas daerah. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.