PANDEMI PENGARAUHI EKONOMI DAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT

oleh -38 views
PANDEMI PENGARAUHI EKONOMI DAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT 1
(FOTO : IST)

Palangka Raya, 12/11/2020 (Dayak News) – Pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap kemampuan ekonomi masyarakat Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya.

Fakta di lapangan tersebut diketahui dari kegiatan pengabdian masayarakat (Pengmas) tiga dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Ketiganya adalah Lilik kholisotin MPdI, Sadar MIP, dan Nasihatud Diniyah Jahro’ MPsI.

Dalam kegiatan Pengmas ini, tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam UM Palangka Raya bekerja sama dengan pengurus pengajian ‘Aisyiyah Ranting Kereng Bangkirai memberikan bimbingan spiritual untuk meningkatkan coping stress akibat pandemi Covid-19 bagi masyarakat setempat.

Ketua tim Lilik Kholisotin kepada Dayak News, baru-baru ini, mengatakan, Pengmas merupakan kewajiban pengajar di UM Palangka Raya sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini merupakan tugas rutin para pengajar setiap tahunnya.

“Pelaksanaan pada 22 Juli 2020 lalu dengan peserta 35 ibu-ibu warga Kereng Bangkirai. Kegiatan dibuka perwakilan LP2M UM Palangka Raya Pienyani Rosawanti MSi. Materi yang kita sampaikan menyangkut aqidah dan ibadah,” terang Lilik.

Dia melanjutkan, dari tatap muka dengan masyarakat ini, pihaknya mengetahui banyaknya dampak pandemi Covid-19 yang dialami masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kereng Bangkirai ini.

“Banyak dari mereka yang suaminya bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, dan lain-lain. Saat pandemi, ada aturan pembatasan sehingga aktivitas mereka tidak bisa dijalankan. Akibatnya pendapatan mereka berkurang,” sebut Lilik.

Kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat tersebut membuat kaum ibu-ibu ini dilanda kekhawatiran. Tekanan psikologis itu berdampak pula pada berkurangnya intensitas ibadah mereka, terutama salat lima waktu. Apalagi ketika itu salat berjamaah di tempat ibadah juga tidak bisa dilaksanakan.

“Dalam pengabdian masyarakat ini kita mencoba memahami kondisi psikologis mereka terlebih dahulu. Kemudian mengajak memperkuat akidahnya, serta rajin kembali beribadah. Alhamdulillah mereka cukup antusias mengikuti kegiatan ini,” tutur Kepala LPPKK-UM Palangka Raya itu.

Menurut Lilik, peserta kegiatan termotivasi kembali meningkatkan peribadatannya. Mereka juga tergugah untuk berinovasi dalam berusaha guna mencukupi kebutuhan keluarga.

Di samping memberikan bimbingan spiritual, tim bersama pengurus pengajian membagikan bantuan paket sembako dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ‘Aisyiyah Kota Palangka Raya kepada para peserta.

Lilik melanjutkan, sejatinya program-program bantuan dari pemerintah dari pusat hingga daerah sangat berarti untuk menunjang perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. Di antaranya bantuan dana tunai yang dialurkan melalui Kementerian Sosial, tunjangan Pra Kerja, serta permodalan untuk UMKM. Sayangnya, bantuan tersebut sepenuhnya tepat sasaran. “Masukan saja untuk pemerintah. Mungkin pendataan bantuan-bantuan ini bisa dibenahi lagi. Banyak masyarakat yang sebenarnya lebih terdampak dengan pandemi Covid-19 tetapi tidak terdaftar sebagai penerima. Malah mereka yang secara ekonomi mampu yang dapat,” ungkapnya. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *