PERKEMBANGAN INFLASI/DEFLASI KALTENG APRIL 2021

oleh -7 views
PERKEMBANGAN INFLASI/DEFLASI KALTENG APRIL 2021 1

Palangka Raya (Dayak News) – Dari 90 kota pantauan indek harga konsumen (IHK) nasional, 72 kota mengalami
inflasi dan 18 kota deflasi selama April 2021.

Deflasi tertinggi terjadi di Jayapura (1,26 persen) dan inflasi tertinggi di Kotamobagu (1,31 persen). Palangka Raya menempati peringkat ke-15 kota deflasi, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-17 kota inflasi.

Deflasi di Palangka Raya (0,06 persen) dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,38 persen), kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,25 persen), serta kelompok
transportasi (0,17 persen).

Inflasi di Sampit (0,44 persen) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan (22,
08 persen), kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran (0,79 persen), serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,25).

Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Kalimantan Tengah mengalami inflasi (0,12 persen), laju
inflasi tahun kalender (0,54 persen), dan tingkat inflasi tahun ke tahun (1,33 persen.

PERKEMBANGAN INFLASI/DEFLASI KALTENG APRIL 2021 2

Selama April 2021, di Palangka Raya terjadi deflasi sebesar 0,06 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 105,76 (Maret 2021) menjadi 105,70 (April 2021). Deflasi ini terjadi karena penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,38 persen), kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,25 persen), serta kelompok transportasi (0,17 persen). Inflasi tahun kalender (0,54 persen) terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (2,09 persen), ) kelompok pakaian dan alas kaki (1,20 persen), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (1,13 persen). Inflasi tahun ke tahun (0,98 persen) terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (5,24 persen), kelompok kesehatan (2,53 persen), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (2,05 persen).

Berbeda dengan Palangka Raya, inflasi terjadi di Sampit yakni sebesar 0,44 persen selama April 2021 atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,62 (Maret 2021) menjadi 106,09 (April 2021).

Terjadinya inflasi dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan (22,08 persen), kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran (0,79 persen), serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,25). Inflasi tahun kalender (0,56 persen) dipengaruhi secara umum oleh kenaikan indeks harga dari kelompok kesehatan (22,12 persen), kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran (1,53 persen), serta kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,95 persen). Inflasi tahun ke tahun (1,95 persen) pun melaju positif yang disebabkan oleh peningkatan indeks harga kelompok kesehatan (22,53 persen), kelompok perawatan pribadi
dan jasa lainnya (4,95 persen), serta kelompok penyedian makanan dan minuman/restoran (2,38 persen).

Salah satu komoditas penyebab inflasi di Sampit adalah kenaikan tarif rumah sakit yaitu sekitar 0,46 persen menyumbang total inflasi di kota itu. (CPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *