UMPR BORONG HIBAH KEMENDIKBUD RISTEK

oleh -5 views
UMPR BORONG HIBAH KEMENDIKBUD RISTEK 1
HIBAH : Kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya kembali berhasil memperoleh Hibah bergengsi

Palangka Raya (Dayak News) –  Kebijakan Kemendikbud Ristek Republik Indonesia terkait Merdaka Belajar-Kampus Merdeka  (MBKM) pada tahun lalu melahirkan berbagai program. Untuk tahun 2021 ini ada banyak program hibah atau bantuan yang ditawarkan untuk PTN/PTS seperti  Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Kerjasama Kurikulum dan implementasi MBKM, Inovasi Pembelajaran Digital (IPD), Inovasi Modul Digital (IMD), Inovasi Pembelajaran dan teknologi asistif (IPTA) dan masih banyak program lainnya seperti pertukaran mahasiswa dan juga kampus mengajar,  yang  bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program sarjana. Sebagai kampus unggul, dan berkarakter Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) turut serta dan berhasil mendapatkan pendanaan program tersebut

Dr. Sonedi, M.Pd selaku Rektor UMPR mengatakan UMPR berhasil Memborong semua hibah tersebut seperti Kerjasama Kurikulum dan Implementasi MBKM diperoleh oleh program studi Kehutanan dan program studi Teknik Sipil. Sementara hibah IPD dan IMD di peloleh Prodi Administrasi Negara hiban ini dikhususkan untuk prodi yang akreditasinya A, selanjutnya Inovasi Pembelajaran dan Terknologi Assistif diperoleh Prodi Bimbingan dan Konseling.

Lebih lanjut Rektor menjelaskan bahwa UMPR juga berhasi memperoleh pendanaan lebih dari 1,5 miliar melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Program ini oleh Kemendikbud Ristek dibagi dalam 3 (tiga) liga. UMPR masuk dalam Liga 3 dengan jumlah mahasiswa kurang dari 5 ribu orang. Raihan tersebut menempatkan UMPR diposisi pertama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Wilayah XI Kalimantan penerima dana PKKM.

Dijelaskan       Sonedi, UMPR yang digolongkan di Liga 3 mampu berkompetisi dengan PTN dan PTS dengan meloloskan dua prodinya yakni Prodi Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Teknologi Informasi. Sebelum diajukan, kedua prodi itu juga sudah melalui penilaian dari Universitas sehingga meningkatkan persentase lolos di tahap PKKM.

Rektor lebih lanjut menyampaikan, program ini memiliki tujuan yang terangkum dalam delapan indikator kinerja utama (IKU). Mulai dari kesiapan kerja lulusan, mahasiswa dan dosen di luar kampus, kualifikasi dan penerapan riset dosen, terkait dengan kemitraan, pembelajaran dalam kelas hingga akreditasi internasional.

Lebih lanjut Rektor menerangkan bahwa delapan IKU yang tercantum pada dasarnya menekankan pada tiga hal. Ketiganya adalah peningkatan kualitas lulusan, dosen dan pengajar, serta Prodi. “Tujuannya adalah melahirkan lulusan yang dapat memperoleh pekerjaan dalam masa tunggu yang relatif tidak lama. Selain itu juga mendorong lulusan untuk mampu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu hal itu bisa digapai melalui dosen yang berkualitas dan dibarengi dengan akreditasi yang bagus,” tegasnya.

Sonedi yang juga ketua MDMC PWM Kalimantan Tengah itu, merasa bersyukur UMPR bisa mendapatkan dana hibah dari semua program yang ditawarkan Kemendikbud Ristek tahun 2021 ini, mengingat ada ribuan perguruan tinggi yang juga berusaha meraihnya. Ia mengapresiasi kinerja dari tim taskforce di tingkat universitas dan prodi yang sudah bekerja siang malam demi melancarkan proses program PKKM. Melihat dana hibah yang banyak, ia menegaskan UMPR akan selalu trasnparan dan bertanggungjawab dalam menggelontorkan dana hibah terkait.

Terakhir, ia ingin hasil ini dapat menjadi momentum bagi UMPR untuk melaksanakan aktivitas yang berfokus pada capaian kedelapan poin IKU. Raihan ini bisa meningkatkan capaian akademik, kualitas lulusan, dosen dan pembelajaran yang ada di UMPR. Di samping itu, Ia ingin agar hal ini bisa dikembangkan di Prodi lain sebagai bentuk dukungan akan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digalakkan oleh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut akan terus didorong sampai UMPR menjadi Pusat Keunggulan berbasis pada program studi. Hal itu merupakan salah satu jawaban akan kampus merdeka. Semoga kami bisa menjalankan program ini dengan lebih masif, baik di tingkat universitas, nasional maupun internasional,” jelas Sonedi mengahiri wawancaranya. (PR/Sut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.