DINAS PERTANIAN TARGETKAN LUAS TANAM PADI 105. 734 HEKTARE

oleh -14 views
Foto :TANAM PADI - Memasuki Musim Tanam awal tahun 2019, Puluhan Petani mulai melakukan penanaman bibit padi di sawah, kecamatan Tamban Catur.(Dayak News/ND).

KUALA KAPUAS, 26/2/19 (Dayak News). Kabupaten Kapuas adalah lumbung padinya Kalimantan Tengah. Dimana untuk terus mempertahankan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pertanian setempat terus berupaya menggenjot produksi pertanian di wilayah setempat. Adapun tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan luas tanam padi 105.734 hektare.

“Target awal kita adalah sebanyak 105.020 hektare pada tahun 2019, tapi setelah dilakukan rapat koordinasi dengan para menteri tani, ternyata ada kenaikan kesepakatan menjadi target luas tanam padi 105. 734 hektare, ada peningkatan sekitar 600 Hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Anjono Bakti didampingi Kabid Tanaman Pangannya Jarwadi, Selasa (26/2/19).

Anjono menerangkan bahwa, untuk program itu sendiri sudah ada 8272, 8 hektare yang sudah teranam.

Kemudian ujarnya, dalam Rangka menunjang daerah yang merupakan lumbung padi Kalteng, pihaknya juga mendapatkan bantuan lainnya dari APBD 1 yaitu dengan nama kalteng sejahtera, 285 hektar full paket, kemudian juga kegiatan sarana produksi yang juga full paket untuk 135 hektar dari pemerintah pusat dan juga provinsi.

Selain itu, pihaknya pada tahun 2019 ini juga mendapatkan bantuan, menyangkut pengembang padi bebas Residu sekitar 1500 hektare, untuk pengembangan padi jagung tumpang sarinya sekitar 560 hektare, padi Hibrida sawahnya ada 2500 hektare dan juga padi lahan kering sebanyak 2000 hektare.

Lebih jauh, dijelaskannya, sekarang yang menjadi andalan adalah program clester, dimana untuk merubah pandangan para petani ini untuk beralih dari padi lokal ke padi unggul karena dari beras yang dihasilkan oleh padi unggul ini, rasa yang sama seperti siam, harga sama hanya saja waktunya yang berbeda lebih cepat panen dari padi unggul, yang dimanakan IPB 1R Dadahup.

BACA JUGA :  BERLANJUT PASAR MURAH DI KAPUAS MURUNG

Merupakan varietas padi spesifik lokal yang dihasilkan dari persilangan varietas siam mutiara (lokal) dan fatmawati (unggul). Varietas padi rawa ini dapat berkembang di lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. Varietas ini dilepas sebagai Varietas Unggul. Karena dalam 120 hari atau dalam kurun waktu tiga bulan saja sudah dapat panen.

“Pemerintah daerah juga mengembangkan clester tersebut dengan, kita masih banyak progam sasaran lainnya agar produktifitas pertanian terus meningkat dari tahun ke tahun untuk kesejahteraan masyarakat petani, ” pungkasnya.(Dayak News/ND/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *