ANEH, RENCANA LAHAN ZIRKON PT KALANG SARI UTAMA TUMPANG TINDIH DENGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

oleh -261 views
ANEH, RENCANA LAHAN ZIRKON PT KALANG SARI UTAMA TUMPANG TINDIH DENGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN 1
Ir. Hap Baperdo , Kepala DLH Katingan pimpin rapat AMDAL PT KALANG SARI UTAMA beberapa waktu lalu.

Kasongan, (Dayak News) Ketua LSM lingkungan hidup, Green Borneo, Kalimantan Tengah, Hokman Effendi menolak keras rencana eksploitasi Zircon yang bakalan dilaksanakan oleh PT Kalang Sari Utama pada dua Kecamatan yaitu, Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan.

Menurut Dia lokasi tersebut merupakan lahan cadangan untuk lahan pertanian berkelanjutan. “Pada lokasi itu sudah ada bendungan irigasi sungai Maten dan lahan cetak sawah,” tandasnya, Senin (7/6).

Selain itu, Hokman Effendi berkeyakinan PT Kalang Sari Utama pasti menggunakan mercuri dan tentu sangat merusak lingkungan.

“Air tanah bakalan tercemar mercury tentu sangat merugikan masyarakat, selain itu habitat ekosisitem hancur,” tambahnya.

Ketua LSM Green Borneo ini juga mempertanyakan modus dari rencana usaha itu.

“Jangan jangan emas turut diambil. Atau puya ilegal juga ditampung, Kasihan masyarakat lokal karena bakal diborong habis,” pungkasnya.

Sebelumnya, rencana usaha Pertambangan Zircon di Kecamatan Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan oleh PT Kalang Sari Utama telah diadakan penilaian kelayakan dan ketidaklayakan lingkungan berdasar analisa dampak lingkungan, oleh Tim Teknis Penilai AMDAL, Rabu (2/6)

Dalam pendapatnya, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Kabupaten Katingan, Ir. Yossy melalui Kepala Bidang, Ir Herlisilo mengklaim lokasi tiga desa yaitu Tewang Manyangen, Tewang Papari dan Buntut Bali overlap dengan lahan pertanian pangan berkelanjutan yang telah diusulkan pihaknya ke Kementrian Pertanian.

“Sesuai UU No 41 Tahun 2019 tentang lahan pertanian berkelanjutan, lahan tersebut adalah menjadi lahan pertanian. Jika pihak perusahaan kukuh ingin mengeksploitasi lahan tersebut diperbolehkan dengan catatan mengganti sebesar tiga kali lipat dari lahan yang tersedia,” sebutnya, Rabu (2/6).

Sangat disayangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan, Ir. Hap Baperdo, enggan berkomentar. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.