COBALAH RAMUAN TRADISIONAL INI, JIKA ALAMI DEMAM DAN HILANG INDRA PENCIUMAN

oleh -
COBALAH RAMUAN TRADISIONAL INI, JIKA ALAMI DEMAM DAN HILANG INDRA PENCIUMAN 1
Pohon Sungkai di halaman rumah warga Kasongan Baru

Kasongan (Dayak News) – Pernah mengalami batuk, demam hingga hilang indra penciuman? Cobalah ramuan herbal daun muda Sungkai.
Rebusan daun muda Sungkai dipercaya oleh suku Dayak turun temurun sebagai pengobat demam, sakit kepala, nyeri sendi dan malaria.

Tanaman ini banyak terdapat di hutan, pinggir jalan bahkan halaman rumah di Kalimantan. Ciri ciri Sungkai atau bahasa latin Peronema canescen jack, bentuk batang lurus dengan parit kecil, daun majemuk menyirip, poros bersayap dan letaknya berpasangan

Batuk, demam, hidung mampet, hilang indera penciuman, saat ini mungkin gejala virus Corona. Meskipun uji klinis antara khasiat daun Sungkai muda dan Covid 19 belum ada. Tiada salahnya mencoba ramuan seperti diatas.

Sebagaimana dialami, Teddy, warga Kelurahan Kasongan Lama Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, sempat mengalami demam, batuk hingga hilang indera penciuman. Kepalanya terasa berat dan sakit, nafsu makan berkurang. Selama satu minggu Ia terbaring lemas di rumah.
Sempat terpikir dalam benaknya apakah terinfeksi virus corona.

COBALAH RAMUAN TRADISIONAL INI, JIKA ALAMI DEMAM DAN HILANG INDRA PENCIUMAN 2
Daun Sungkai sudah kering

Pihak kekuarga mencoba rebusan daun muda Sungkai yang dipetik dari halaman rumah.
Ajaib, setelah satu jam minum ramuan, badan terasa segar. Keringat bercucuran dan suhu badan berangsur angsur menurun. Selera makannya kembali sedia kala.

Ia mimum rebusan dari.pagi, siang hingga sore, dan penciumannya pulih.

“Waktu sakit, badan lemas, kepala pusing, suhu badan panas dan indra penciuman hilang. Setelah tiga kali mimum rebusan daun muda Sungkai badan Saya berangsur angsur pulih,” kisahnya, Sabtu (17/7).

Supaya berkhasiat, Teddy memberi tip, daun Sungkai direbus adalah daun muda yang baru dipetik. Rebus hingga mendidih, selanjutnya minum air rebusan itu sebanyak tiga kali sehari.

Teddy menambahkan, mengatur pola makan serta beristirahat cukup sangat membantu proses penyembuhan.

“Upayakan beristirahat secara teratur dan menjaga pola makan akan membantu mempercepat penyembuhan,” tambahnya.

Mengutip Hasil penelitian Ariefa Primair Yani dan kawan kawan dari Universitas Negeri Bengkulu, mengatakan kandungan daun muda Sungkai mengandung zat penurun panas dan menigkatkan imunitas tubuh. Obat herbal ini ternyata sudah menjadi kearifan tradisonal dalam pengobatan secara turun temurun di Lampung dan Sumatera Selatan

Nah ingin mencoba ramuan ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.