KAKEK SEPUH RAIB KETIKA PANEN DURIAN DI DESA RANTAU ASEM

oleh -
KAKEK SEPUH RAIB KETIKA PANEN DURIAN DI DESA RANTAU ASEM 1
Manggong bin Salamat Kambe

Kasongan, (Dayak News)– Ingin memanen buah durian di kebun belakang kampung seorang warga desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, bernama Manggong bin Salamat Kambe (73) malah hilang tanpa jejak. Memasuki hari kelima, (19/8) pencarian masih terus dilakukan. Tanda tanda keberadaanya mulai terlihat setelah dua buah tongkat yang sering digunakan korban ditemukan tergelatak di atas tanah.

Bunyi gong terdengar bergema di belakang kampung Rantau Asem. Sekali sekali diselingi teriakan memanggil bersahut sahutan. Vegetasi hutan yang tidak terlalu lebat memudahkan tim pencarian menerobos untuk memeriksa sekitar.

Seharian penuh anggota yang terdiri pemerintah kecamatan dan desa, tagana, TNI, Polri dan masyarakat menyisir jalan yang mungkin dilalui oleh kakek Manggong tapi masih belum membuahkan hasil.

KAKEK SEPUH RAIB KETIKA PANEN DURIAN DI DESA RANTAU ASEM 2
Pemerintah kecamatan dan desa, tagana, TNI, Polri dan masyarakat menyisir jalan yang mungkin dilalui oleh kakek Manggong

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, gong dimaksudkan untuk memanggil yang bersangkutan, jika berada dalam alam gaib. Konon, disekitar tempat itu masih penuh mistik.

Berdasarkan keterangan PJ Kades Rantau Asem Pilot Tri Rompas, kakek Manggong awalnya berpamitan ingin mengumpulkan buah durian. Ia bergegas berangkat pagi sekira jam 08.00 wib (15/8). Namun, ketika hari menjelang gelap, yang bersangkutan belum pulang. Keluarga yang merasa penasaran mencoba menyusul ke pondok belakang kampung, tapi korban tidak ditemui.

Merasa ada yang tidak beres, akhirnya keluarga korban mengadu ke aparatur desa dan diteruskan untuk Pihak berwajib.

Lokasi pencarian korban tidak begitu jauh dari pinggir jalan. Sekitar kebun banyak tumbuhan bambu dan dialiri sungai yang lebih dikenal penduduk setempat dengan nama sei luka.

Kata Pilot, kemungkinan besar kakek Manggong tersesat, mengingat usia yang sudah uzur.

Pada hari keempat, (18/8) titik terang pencarian mendapat petunjuk. Dua buah tongkat kayu milik korban ditemukan tergeletak di atas tanah, hulu sei luka. Tapi, saat itu hari sudah sore, sekira jam 16.00 wib terpaksa pencarian dihentikan.

Dua buah tongkat kayu dibawa oleh tim sebagai barang bukti. “Hari ini sekira jam 13.00 wib kita lanjut pencarian,” terang Kapolsek Katingan Tengah, Iptu Arif Dany Susanto, SH, MM, Kamis (19/8). Apakah kemungkinan besar korban tenggelam? Tidak ada yang berani memastikan.

“Mengingat kemarin hari sudah gelap, nanti diinfokan hasilnya,” terang Kapolsek. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.