MASUKI KEMARAU, WARGA KECAMATAN MENDAWAI DAN KATINGAN KESULITAN TRANSPORTASI

oleh -6 views
MASUKI KEMARAU, WARGA KECAMATAN MENDAWAI DAN KATINGAN KESULITAN TRANSPORTASI 1

Kasongan, (Dayak News) Kerukan hantipan satu-satunya akses bagi Masyarakat, khususnya yang berdomisili di Dua Kecamatan,yakni Mandawai dan Kecamatan Katingan Kuala menuju ke Sampit,Kotim maupun ke Kasongan.

Namun saat musim kemarau, kerukkan sepanjang kurang lebih 30 kilometer itu mengalami pendangkalan yang cukup serius, sehingga taksi atau kelotok yang biasanya hilir mudik membawa penumpang dan barang terpaksa berhenti beroperasi.gantinya, Masyarakat terpaksa harus naik Ces atau Alkon saat ingin berpergian ke Sampit itu pun penumpang harus rela ikut mendurung alkon karena kandas.

Kesulitan yang dialami oleh Masyarakat di bagian Selatan itu selalu mareka alami saat musim kemarau tiba. seperti kemarau tahun ini, bukan hanya rugi waktu namun dari segi keuangan juga sangat dirasakan.

Dalam kondisi normal dari Transmigrasi Katingan 1 ke Sampit ongkos yang dikeluarkan paling tinggi Rp.135,000,- untuk. satu Orang, sekali jalan,sementara musim kemarau seperti saat ini biaya dari Trans Katingan 1 ke Desa Kampung Melayu Rp.50,000,-Kampung Melayu- Hantipan Rp.100,000,-Hantipan -Sampit Rp.80,000,-terang Suwito salah seorang Warga dari Transmigrasi Katingan 1.Senin (3/5/2021)

“Jadi untuk Pulang Pergi (PP)harus mengeluarkan biaya Rp.460,000,- untuk satu orang saja”katanya.

Ia berharap ada perhatian yang serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan,dan para Wakil Rakyat khususnya dari Daerah Pemilihan II untuk mencari solusi mengatasi kesulitan Masyarakat yang berada di bagian Selatan,karena Kerukan Hantipan satu-satunya akses tercepat kalau ingin ke Sampit atau ke Kasongan, Imbuhnya (PND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *