REALISASI BELANJA DAERAH KATINGAN TAHUN 2021 RENDAH

oleh -
REALISASI BELANJA DAERAH KATINGAN TAHUN 2021 RENDAH 1
Eka Surya Dilaga

Kasongan, (Dayak News) – Banjir besar yang terjadi di Kabupaten Katingan beberapa waktu lalu menjadi salah satu penyebab rendahnya realisasi belanja APBD Kabupaten Katingan. Data per 31 Desember 2021 capaian belanja hanya sebesar 75,06 persen.

Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Eka Surya Dilaga, akibat bencana itu merusak pekerjaan fisik yang masih dikerjakan. Sehingga membuat pemilik proyek harus melakukan perhitungan ulang berikut kerugian.

Selain itu terkendala adanya refocusing anggaran sebesar delapan persen dan pemangkasan DAU senilai 20 miliar, mengakibatkan realisasi belanja jadi terganggu.

“Perubahan anggaran tersebut menyebabkan perlunya waktu untuk penyesuaian kembali anggaran dan belanja,” paparnya, Senin (3/1).

Permasalahan terakhir, terkait kemampuan penggunaan aplikasi SIPD yang masih rendah, disamping fungsinya terbatas ke pada penyusunan anggaran. Akibatnya aplikasi lama tetap dipergunakan untuk mendampingi aplikasi baru. “Hal ini sangat mempengaruhi karena terdapat dua pekerjaan aplikasi atau duplikasi aplikasi,” tandasnya.

Sementara berdasarkan data yang direlease BPKAD Katingan, realisasi Belanja Daerah Kabupaten Katingan hanya mencapai angka 75,06 persen. Data per 31 Desember 2021, rencana awal belanja daerah adalah Rp1.341.886.597.440,00 (Satu Triliun Tiga Ratus Empat Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Delapan Puluh Enam Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Empat Puluh Rupiah) namun yang dibelanjakan hanya sebesar Rp1.007.179.247.661,14 (Satu Triliun Tujuh Miliar Seratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Enam Puluh Satu Koma Empat Belas Rupiah).

Sekedar informasi komponen belanja daerah tersebut terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.

Untuk belanja operasi yang didalamnya termasuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja subsidi dan belanja bantuan sosial terealisasi di angka 82,78 persen.

Sedangkan untuk belanja modal yang komponennya terdiri dari belanja modal tanah, belanja modal gedung dan bangunan, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi, belanja modal aset tetap lainnya berada di angka 86,96 persen. Untuk belanja tidak terduga tercatat di angka 71,01 persen.

Terakhir, belanja transfer yang terdiri belanja bagi hasil dan belanja bantuan keuangan hanya tercapai pada angka 33,50 persen. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.