VAKSIN ASTRAZENECA “SIAP PAKAI”, MASIH KALAH MANJUR DIBANDING SINOVAC

oleh -5 views
VAKSIN ASTRAZENECA "SIAP PAKAI", MASIH KALAH MANJUR DIBANDING SINOVAC 1
(ILUSTRASI : IST)

Jakarta (Dayak News) Izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca telah dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).  Dari hasil uji klinis, vaksin ini  memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran lebih rendah dibanding Sinovac yang telah digunakan di Indonesia.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pemberian izin darurat vaksin AstraZeneca telah mengikuti prosedur yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), hingga Agensi Obat Eropa (EMA).

“BPOM juga telah melakukan proses evaluasi keamanan AstraZeneca bersma Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, dan berbagai klinisi terkait dalam satu tim evaluasi vaksin,” kata Penny kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Dari hasil uji klinis, BPOM menyatakan vaksin AstraZeneca memiliki efikasi mencapai 62,1 persen. Hasil ini lebih rendah dibanding efikasi yang tercatat dari hasil uji klinis fase-III vaksin Corona Sinovac di Bandung yaitu 65,3 persen.

“Efikasi vaksin dengan dua dosis standard yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen,” sebutnya.

Efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang ditemukan adalah efek samping lokal ringan seperti bengkak di lengan hingga kemerahan.

“Kejadian efek samping yang dilaporkan dalam studi-studi klinik umumnya ringan-sedang,” kata Penny.

Fakta lainnya, vaksin ini disebut efektif pada varian Corona Brasil yang diberi nama P1. Varian tersebut memicu kekhawatiran para karena dianggap sangat menular sehingga sejumlah negara melarang perjalanan dari Brasil.

“Studi pendahuluan menunjukkan vaksin AstraZeneca akan melindungi terhadap varian P1 dari virus Corona, Mauricio Zuma,” jelas kepala produksi di institut biomedis Fiocruz Brasil.

Sebelumnya, juru bicara vaksinasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menerangkan AstraZeneca diperuntukkan untuk vaksinasi tahap kedua dengan sasaran para lansia dan petugas layanan publik di Indonesia. Termasuk di dalamnya para pedagang pasar, ojek online, serta para guru dan tenaga pendidik.

“1,1 juta untuk vaksinasi tahap kedua,” sebut Siti Nadia. (Sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *