KETUM DAD KECEWA DAN SANGAT MARAH TERHADAP PT.AGL PULPIS

oleh -202 views

Palangka Raya, Dayak News. Ketua umum (Ketum) Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Agustiar Sabran,S.Kom kecewa dan terkesan sangat marah dengan sikap Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit PT. AGRO GREEN LESTARI (AGL) Yang tidak menghormati hak-hak masyarakat Adat Desa Kasali Baru, Kecamata Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalteng.

Perusahaan yang merampas 172 hektar lahan kebun produktif milik rakyat diduga dengan cara kongkalingkong dengan oknum kepala desa ini meminta membuat sengsara hidup masyarakat hingga meminta perlindungan DAD Kalteng.

DR.Mambang Tubil,SH,M.Ap selaku ketua Tim yang ditugaskan oleh DAD Kalteng sudah tiga kali cek turun ke lokasi dan empat kali rapat mediasi antara perusahaan dan masyarakat.

Kamis, 21/3/19 belasan orang tokoh masyarakat didampingi DR.Mambang Tubil,SH,M.Ap melaporkan kondisi mediasi yang tidak ada kejelasan.

Menerima laporan sikap perusahaaan yang sangat mensengsarakan masyarakat adat ini mendapat reaksi keras dari ketua DAD Kalteng H.Agustiar Sabran. “Masyarakat segera koordinasi dengan tim Batamad hentikan saja aktifitas perusahaan ini dan bila perlu kita usul pencabutan ijinnya perusahaan yang kebisaannya hanya membuat penderitaan masyarakat sekitar,” tegasnya.

DR.Mambang Tubil,SH,M.Ap usai melaporkan ke ketum DAD dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, melalui mediasi oleh Tim DAD Provinsi Kalteng, terkesan tidak.mendapat serpon dari perusahaan. Hadir dalam mediasi bukan yang punya kebijakan dan hanya sebatas menampung informasi dengan alasan untuk disampaikan pada managemen. Begitu yang terjadi setiap mediasi.

Padahal kewajiban perusahaan sudah jelas diatur Perda No 5 tahun 2011. Untuk itu maka wajar H Agustiar Sabran,S.Kom tetap memberi waktu sekali pertemuan lagi yang akan dipimpin langsung olehnya, dengan mengundang Direktur PT. AGL dan tidak boleh diwakili supaya tuntas ,ini adalah untuk melihat bentuk perhatian dan etikat baik perusahaan tersebut.

BACA JUGA :  TATA KELOLA PEMERINTAH YANG BAIK TARGET PEMKAB GUMAS

Apabila tetap tidak ada kesadarannya, maka DAD Kalteng akan mengusir keberadaan perusahaan ini dari Kalteng karena tidak patuh dan menghargai pilosofi Belum Bahadat, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Perusahaan semacam ini tidak cocok untuk bisa hidup melakukan aktivitasnya di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila ini.(Dayak News/PR/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *