Gegerkan Warga Kemunculan Buaya di Sungai Arut Memakan Korban Jiwa

oleh -
oleh
Gegerkan Warga Kemunculan Buaya di Sungai Arut Memakan Korban Jiwa 1
Kemunculan Buaya di permukaan pada hari Sabtu (25/11/2023) pukul 10.15 WIB menggemparkan warga dikawasan bantaran Sungai Arut.

Pangkalan Bun (Dayak News) – Kemunculan Buaya di permukaan pada hari Sabtu (25/11/2023) pukul 10.15 WIB menggemparkan warga dikawasan bantaran Sungai Arut, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Bagaimana tidak membuat geger warga masyarakat, dikarenakan kemunculan hewan predator ini dikabarkan menewaskan seorang bocah berusia 10 Tahun bernama Muhammad Habil yang berstatus sebagai pelajar kelas IV SDN Mendawai Seberang.

Gegerkan Warga Kemunculan Buaya di Sungai Arut Memakan Korban Jiwa 2
Buaya muncul di permukaan sungai dan akhirnya dapat dilumpuhkan oleh warga yang akhirnya diseret dipinggir sungai dan dilakukan pembedahan pada perut Buaya tetapi korban tidak ditemukan.

Menurut informasi yang didapat dari wawancara langsung oleh wartawan Dayak News KOBAR kepada salah satu warga yang berada di lokasi kejadian yaitu Fredy menyampaikan ” saya bersama teman-teman terkejut oleh teriakan para warga yang histeris menyaksikan salah seorang bocah yang berada di moncong buaya yang saat ini timbul di permukaan sungai karena sebelumnya ada beberapa anak yang pagi ini sedang berenang sehingga kami berlari untuk membantu bersama para warga disekitar karena pada saat itu korban masih berada dalam kekuasaan buaya. Berbagai macam cara dikerahkan agar Buaya tersebut dapat melepaskan sang bocah yang dipastikan telah meninggal dunia ” jelas Fredy.

Gegerkan Warga Kemunculan Buaya di Sungai Arut Memakan Korban Jiwa 3
Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 10 jam, akhirnya sekitar pukul 20.32 WIB Muhammad Habil bocah 10 tahun yang menjadi korban serangan Buaya pada saat mandi di tepian sungai Arut ditemukan.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 10 jam, akhirnya sekitar pukul 20.32 WIB Muhammad Habil bocah 10 tahun yang menjadi korban serangan Buaya pada saat mandi di tepian sungai Arut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian yaitu dibawah bangunan Cafe Terapung yang berada di pinggir sungai Arut tidak jauh dari lokasi dimana dilakukan upaya pelumpuhan terhadap Buaya pada siang harinya oleh para warga sekitar.

Menurut Anggi, salah satu warga Sungai Arut ” sekitar pukul 13.00 WIB diadakan ritual pemanggilan Buaya oleh beberapa pawang, dan tidak berselang lama Buaya itu kemudian timbul di permukaan sungai dan akhirnya dapat dilumpuhkan oleh warga yang akhirnya diseret dipinggir sungai dan dilakukan pembedahan pada perut Buaya tetapi korban tidak ditemukan sehingga dilakukan pencarian korban kembali sampai akhirnya korban ditemukan di bawah bangunan Cafe Terapung ” ungkap Anggi.

BACA JUGA :  ANTISIPASI PENULARAN COVID-19, POLRES KOBAR TIADAKAN JAM BESUK

Dalam pencarian korban masyarakat dibantu oleh Tim Basarnas yang bekerjasama bersama TNI, POLRI dan instansi terkait dalam Tim SAR gabungan.

Menurut Dendi Setiadi selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun menyampaikan ” Kerusakan ekosistem di Sungai Arut menjadi salah satu permasalahan yang menjadi salah satu faktor perubahan perilaku Buaya menjadi lebih agresif karena makanan di habitat Buaya berkurang sehingga bisa menyebabkan bencana serangan hewan predator ini ” ungkap Dendi.

Dendi pun menambahkan ” saya juga berharap kepada semua warga disekitar bantaran Sungai Arut untuk lebih menjaga dan mengawasi anak-anak yang berenang atau melakukan aktivitas lain di sekitaran sungai. Selain itu saya juga berharap warga sekitar untuk lebih memahami kearifan lokal yang mengetahui bahwa Buaya merupakan satwa liar yang hidup di sungai Arut sejak dulu. Bahkan sebagian masyarakat Sungai Arut juga percaya bahwa Buaya merupakan leluhur mereka yang sejak dulu hidup berdampingan dengan masyarakat dan tidak pernah mengganggu ” tutup Dendi. (FIT/SBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.