LSM GUGAT EKSPOR ROTAN DARI SAMPIT, KALTENG

oleh -92 views
LSM GUGAT EKSPOR ROTAN DARI SAMPIT, KALTENG 1

Sampit, 4/2/2020 – (Dayak News). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW) sebagai lembaga pengontrol menggugat keberadaan para eksportir dengan “jurusnya” kini terus melakukan ekspor rotan asal Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Saat ini saja tampak jelas kondisi rotan yang siap untuk di ekspor. Rotan yang berasal dari Provinsi Kalteng ini yang mana hasil perkebunan masyarakat tersebut diekspor ke wilayah negara Malaysia.

LSM GUGAT EKSPOR ROTAN DARI SAMPIT, KALTENG 2
Aminuddin

Koordinator Wilayah (Korwil) N
NCW se – Kalimantan, Aminuddin, mengatakan, terkait dengan rotan yang berasal dari Kabupaten Kotim yang diekspor ke Negara Malaysia, yang mana hal tersebut sudah jelas melanggar aturan dan itu sudah tertuang didalam aturan menteri perdagangan.

“Dalam waktu dekat kami dengan beberapa orang akan menyampaikan laporan kepada Menteri Perdagangan terkait dengan ekspor yang terindikasi secara ilegal,” kata Aminuddin, di Sampit, Selasa (4/2).

Aturan sudah jelas yang tertuang didalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 35/M-DAG/PER/11/2011, LL, KEMENDAG, 5 HLM tentang peraturan ekspor rotan.

Menurutnya, permasalahan ini agar dapat ditindak lanjuti oleh pihak terkait lainnya, agar permasalahan yang selama ini mengalami kebuntuan bisa menjadi jelas dan terang benderang , jangan sampai pihak pemerintah daerah pura-pura tutup mata seolah-olah tidak mengetahui tentang hal tersebut.

“Karena dampak dari hal tersebut tidak adanya kontribusi untuk daerah Kabupaten Kotim, sehingga terindikasi negara telah dirugikan milyaran rupiah akibat dari pelanggaran dari Permendag nomor 35/M-DAG/PER/11/2011, LL, KEMENDAG, 5 HLM,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya belum lama ini pihaknya telah melakukan koordinasi dan menyampaikan pelaporan secara langsung kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sampit melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sampit, yangmana hasil perkebunan tersebut dibawa dengan melalui jalur darat menggunakan angkutan Truck secara beriringan (Konvoi) melewati beberapa kabupaten, menuju Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sehingga sampai di tempat tujuan tepatnya di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalbar.

“Yangmana Desa Jagoi tersebut merupakan gudang tempat penumpukan rotan yang dikirim dari Kabupaten yang berjuluk Bumi Habaring Hurung. Dan Desa Jagoi ini merupakan desa yang langsung berbatasan dengan wilayah Serawak, Malaysia,” pungkasnya.( Puad/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *