Mediasi Sengketa Lahan Sawit Desa Pelantaran Temui Titik Buntu

oleh -
oleh
Mediasi Sengketa Lahan Sawit Desa Pelantaran Temui Titik Buntu 1

Sampit (Dayak News) – Bertempat di Kantor Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di lantai II Setda Kotim dilangsungkan proses sengketa lahan antara Alpin dan Hokkim, Selasa (26/3/2024).

Rapat mediasi dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman yang juga dihadiri oleh Bupati Kotim Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP Sarpani , Dandim 1015 Sampit, Kepala BPN Kotim Jhonsen Ginting, Hokkim dan pengacara serta pengacara Alpin Lawrence.

Menanggapi tidak adanya hasil dari medias itu, Pengacara Alpin Lawrence Cs, Adriansyah mengatakan, bahwa pihaknya berharap status lahan itu harus kembali berstatus menjadi Quo.

Hal ini lantaran masih adanya proses hukum yang berlangsung dalam sengketa lahan antara Alpin Lawrence dan Hok Kim yang terletak di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur.

“Kami menginginkan lahan masih dalam status quo saja, namun pihak Hok Kim yang mencabut plang pemberitahuan dan akhirnya membuat plang sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, jika pihaknya sangat sepakat dengan seluruh poin yang diambil pihak Pemkab Kotim. Dalam kesempatan itu juga pihaknya juga menyangupinuntuk menjalankan tiga poin yang diminta oleh Forkopimda.

“Harapan kami semua harus tunduk dengan proses hukum. status quo dikedepankan karena disini yang mencabut plang dari pihak hokkim bukan kami dan mengganti pelang atas nama Hokkim ya otomatis siapa yang melanggar hukum,” ujarnya.

Ia berharap dan mendukung terciptanya kondisi yang kondusif dengan harapan pihak Hokkim sendiri dapat menghormati status quo yang telah di tetapkan oleh Polda Kalteng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, agenda mediasi berlangsung alot dan menemui jalan buntu karena masing-masing kubu tetap dengan argumen masing-masing berkaitan dengan kepemilikan lahan yang statusnya masih berproses di pengadilan.

BACA JUGA :  DIDUGA TERJATUH SAAT BERJALAN KAKI, PRIA 52 TAHUN TEWAS DAN BUAT GEGER WARGA PASAR PPM SAMPIT

Alotnya proses mediasi itu membuat Sekda Kotim, Fajrurrahman sebagai pimpinan rapat tersebut mengambil tiga poin keputusan hasil dari rapat mediasi tersebut.

Point pertama adalah, objek tersebut dimana selama ini ditangani oleh Pihak Polda Kalteng maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Polda untuk meminta arahan dan petunjuk tindak lanjut terkait perkara tersebut.

Kedua, masing-masing kedua belah pihak bertanggung jawab dalam menjaga, mengantisipasi keamanan dan kondisi di daerah tersebut. Serta mendukung upaya-upaya yang nantinya akan dilakukan oleh Pemkab Kotim.

Kemudian poin ketiga, terhadap status kawasan atau lahan, karena sampai saat ini masih belum APL dan proses yang belum selesai di pengadilan maka pihaknya menunggu keputusan inkrah siapa nantinya yang berhak terhadap kawasan tersebut yang akan ditentukan oleh Kementerian KLKH.

“Namun intinya di bulan ramadan ini sesuai dengan harapan Bupati semua dapat menjaga keamanan jangan sampai kejadian yang lalu terjadi lagi di daerah ini,jangan sampai ada korban lagi,” ucap Fajrurrahman.

Sementara itu, Ketika poin menjaga kamtibmas disampaikan Fajrurrahman, kubu Hokkim sempat menanggapi dan menyatakan ketidaksanggupannya menjaga kondisi di lapangan. Pihak Hokkim berdalih suasana di lapangan sudah panas, karena tuntutan 15 orang yang belum dilepaskan.

“Saya rasa itu untuk tanggung jawab (menjaga kamtibmas) saya tidak sanggup Pak karena masyarakat sudah kondisinya memanas tanpa yang di dalam dikeluarkan,” tutup pengacara Hokkim. (PR/AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.