MASSA UNJUK RASA BAKAR POS POLISI DI PONTIANAK

oleh -118 views

PONTIANAK,22/5/19 (Dayak News).

Sekelompok massa mengadakan aksi unjuk rasa di jalan paralel jembatan Kapuas 1 di Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat (Kalbar) pada pagi ini Rabu (22/5/19). Mereka mengadakan aksi massa karena melihat kiriman berita dan terpengaruh terhadap kejadian yang terjadi di Jakarta pada Selasa (21/5/19).

Hingga saat ini arus lalu lintas menuju Pontianak Timur melalui Jembatan Kapuas 1 masih ditutup. Sejumlah aparat keamanan TNI dan Polri masih berjaga jaga di sekitar jembatan.

Kapolda Kalbar Irjen pol Drs Didi Haryono saat mengadakan dialog dengan tokoh agama di lokasi kejadian pada Rabu (22/5/19) mengatakan, masalah di Jakarta mari kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Jadi jangan mengambil keputusan sendiri karena kita belum mengetahi secara utuh.

Ia mengatakan, awalnya ada kejadian kecelakaan kendaraan roda dua dan korban dibawa ke rumah sakit. Namun informasi yang diterima massa bahwa korban dilarikan ke rumah sakit karena ditembak aparat.

Padahal kejadian sebenarnya tidak diketahui oleh massa sebab kejadian yang diterima simpang siur dan kejadikannya hanya karena pengendara berbalik arah dan terjatuh. Namun korban harus dlarikan kerumah sakit tetapi isunya berbeda yang diterima massa.

Sekarang informasi yang diterima hanya sepotong sepotong dan informasi yang secara utuh belum diterima dan belum tau dan kita tidak boleh over atraktif menerimanya. Jika ada yang melenceng silakan dilaporkan dan diajukan kepada aparat.

Kalbar sudah aman semua kegiatan lokal dan nasional dapat berjalan dengan aman dan lancar. Aparat keamanan tidak bisa bekerja sendiri, antara masyarakat dan aparat untuk menjaga keamanan.

Kalbar jangan diganggu dan selalu disampaikan kepada semua pihak bahwa Kalbar sudah aman. Sebab kejadian yang di Jakarta tidak mengetahui secara utuh masyarakat hanya menerima kiriman berita.

BACA JUGA :  LEBARAN PNS CUTI PANJANG

“Satu orangpun tidak ingin dirinya terganggu oleh sebab itu mari kita sama sama menjaga situasi di Kalbar yang aman, kita harus cari kenapa kejadian ini terjadi dan kita cari pemicunya.” kata Kapolda

Ditempat yang sama Habib Iskandar mengatakan, kejadian ini bermula dari informasi dan kejadian dan yang dilihat di jakarta. Oleh sebab itu diharapkan adanya sosialisasi yang menyejukkan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, selama ini pihak FPI yang selalu dituduh sebagai pelaku tindak keributan. Padahal massa dan anggota FPI tidak ada melakukan tindakan keributan. (Dayak News/SOS/BBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *